Dia terlihat geram dengan pihak-pihak yang, dalam pandangannya, hanya datang sebentar tapi berlagak jadi pahlawan.
"Ada apa namanya, orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara sudah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana," sebutnya lagi.
Dan soal bantuan, perbandingannya dianggapnya timpang.
"Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh," tandas Endipat dengan nada tinggi.
Pernyataan politisi itu pun langsung memantik perdebatan. Banyak yang mempertanyakan, kenapa fokusnya justru pada mereka yang membantu, bukan pada akar masalah bencana itu sendiri.
Artikel Terkait
Mantan Pj Gubernur Sulsel Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar
Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Subuh 10 Menit Kemudian
Tenaga Honorer Pemkab Tambrauw Tewas Ditusuk, Polisi Bantah Isu Tembakan
Rumor Pengunduran Diri Tim-Tim Besar Hantui Piala Dunia 2026, Belum Ada Konfirmasi Resmi