Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Sabtu malam lalu, jelas pukulan berat untuk Persebaya Surabaya. Laga pekan ke-25 Super League 2025-2026 itu berakhir dengan kepala tertunduk bagi skuad Bajul Ijo. Suasana Samarinda malam itu benar-benar tak bersahabat.
Menanggapi hasil minor tersebut, pelatih Bernardo Tavares tak banyak berkelit. Ia langsung menegaskan bakal ada evaluasi total. "Kami harus bedah taktik, lihat ulang semua aspek permainan," tekadnya. Tujuannya satu: hasil memalukan seperti ini jangan sampai terulang lagi.
Menurut sejumlah saksi, Tavares mengakui dengan jujur keunggulan lawan. Borneo FC dinilainya jauh lebih efektif. Setiap peluang yang mereka dapat, hampir selalu berbuah gol.
“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,”
Ucap Tavares seperti dilansir dari klub. Ada nada frustasi, tapi juga tekad untuk memperbaiki.
Persiapan sebenarnya sudah dilakukan. Analisis lawan, sesi video, latihan khusus semua dijalani. Tapi di lapangan, semuanya berantakan. "Kami sudah bekerja keras 90 menit, tapi hasilnya ya begini," keluhnya. Situasi bertambah sulit saat mereka tertinggal. Memilih untuk terus menyerang malah membuka ruang bagi Borneo mencetak gol lagi. Pilihan yang sulit.
Namun begitu, fokus kini harus bergeser. Persebaya tak punya waktu berlama-lama meratapi kekalahan. Tantangan berikutnya sudah menunggu: laga kandang melawan Persita Tangerang. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 4 April 2026 nanti, harus jadi momentum bangkit. Tekanan ada di pundak Tavares dan anak-anak asuhnya untuk menunjukkan reaksi positif di hadapan suporter sendiri.
Jalan masih panjang. Tapi kekalahan besar di Samarinda ini jelas alarm keras. Alarm yang, jika diindahkan, bisa mengubah arah musim mereka.
Artikel Terkait
Warga Lebanon Tolak Patung Yesus Pemberian Israel, UNIFIL Italia Gantikan Patung yang Dihancurkan Tentara Zionis
Menlu Sugiono Buka Suara soal Isu Akses Penerbangan AS: Masih Pembahasan Awal, Belum Ada Keputusan
Kemenperin Dorong Industri Kemasan Nasional Beralih ke Material Ramah Lingkungan di Tengah Gejolak Geopolitik
Rutan Salemba Musnahkan Ratusan Ponsel Ilegal dengan Cara Dibakar