IDXChannel Menteri Luar Negeri Sugiono akhirnya buka suara soal isu kerja sama udara dengan Amerika Serikat. Wacana yang disebut overflight access itu, katanya, masih jauh dari kata final. Masih tahap awal, bahkan belum ada keputusan apa pun.
Prosesnya, menurut Sugiono, baru sebatas pembahasan. Dan itu pun masih mengikuti mekanisme yang berlaku di dalam negeri. Belum ada yang bisa dipastikan.
"Tujuan pembahasannya ya kan tujuannya adalah menentukan mekanisme yang seharusnya ini gimana, yang seharusnya diambil langkah-langkahnya," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dia menambahkan, perjalanannya masih panjang. Belum sampai pada tahap di mana keputusan bisa diambil. Semua masih dikaji.
Di sisi lain, banyak yang khawatir kalau-kalau kebijakan ini bakal memberi akses istimewa buat AS. Sugiono dengan tegas membantahnya. Menurut dia, pembahasan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk memberikan akses eksklusif kepada siapa pun.
"Enggak, itu sebenarnya ya bukan memberikan akses eksklusif ya. Maksudnya itu, satu yang kemarin disampaikan merupakan Letter of Intent, niat dari Amerika untuk itu, yang masih kita bahas. Dan saya kira kedaulatan, kepentingan nasional, itu juga pasti akan menjadi sesuatu yang utama," kata dia.
Nah, soal konsep overflight access sendiri, Sugiono bilang sebenarnya bukan barang baru dalam hubungan antarnegara. Indonesia, dengan politik luar negeri bebas aktifnya, terbuka untuk menjalin perjanjian serupa dengan negara lain. Asal mekanisme dan implementasinya jelas, ya nggak masalah.
"Sebagai negara yang memiliki tradisi dan politik luar negeri bebas aktif, ya perjanjian serupa itu juga kalau misalnya dilakukan dengan negara-negara lain, ya nggak ada masalah, kan gitu. Mekanismenya seperti apa, implementasinya seperti apa," ucapnya.
Intinya, semua masih dalam proses. Belum ada yang putus. Dan kedaulatan nasional, kata Sugiono, tetap jadi yang utama.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Kemnaker Blacklist Perusahaan Nakal di Program Magang Nasional Batch I
Wamenaker: Sertifikasi Kini Jadi Nilai Tambah Pekerja di Tengah Perubahan Dunia Industri
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Justru Meningkat
Makmur, OJK, dan APRDI Gelar Literasi Investasi bagi 400 Mahasiswa di Makassar