Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan jajarannya untuk tidak menunggu hingga sampah menumpuk menjadi daratan baru sebelum melakukan pembersihan di kawasan pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Perintah tegas itu ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta agar kegiatan pembersihan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
"Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan, karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan," ujar Pramono dalam pernyataan resminya.
Secara geografis, Muara Angke merupakan titik hilir dari 13 sungai yang melintasi Jakarta. Kondisi ini menyebabkan kawasan tersebut menjadi lokasi sedimentasi sampah yang telah berlangsung dalam waktu lama. Meski demikian, Pramono memastikan bahwa tumpukan sampah yang sempat menggunung di pesisir kini telah dibersihkan. Proses pengerukan sampah tersebut memakan waktu sekitar empat hari.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menjelaskan bahwa pembersihan secara intensif telah dimulai sejak Rabu, 3 Juni 2026. Ia memastikan seluruh sampah yang mencemari lingkungan pesisir tersebut berhasil disisihkan hingga bersih total pada Sabtu, 6 Juni 2026 sore.
"Secara keseluruhan, pekerjaan ini berlangsung mulai hari Rabu hingga Sabtu sore," kata Afan.
Untuk menjaga kebersihan kawasan tersebut, DLH DKI Jakarta akan melakukan inspeksi secara berkala. Dalam proses pengerjaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 100 petugas yang didukung sejumlah alat berat, termasuk dua ekskavator amfibi dan tiga kapal untuk mengangkut hasil pengerukan sampah.
Namun, Afan mengakui bahwa terdapat tantangan dalam proses pembersihan, salah satunya adalah kiriman sampah yang terus berdatangan dari hulu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov DKI telah menyiagakan petugas di wilayah hulu guna menyaring sampah sebelum mencapai pesisir.
"Kami terus mengaktifkan rekan-rekan yang bertugas di wilayah hulu melalui sekat maupun saringan sampah untuk mencegat agar sampah tersebut tidak bergerak sampai ke wilayah pesisir," tandasnya.
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Bawa Tim Kepelatihan Timnas Indonesia ke Persija Jakarta
Timnas Curacao ke Piala Dunia 2026, Pemain Dijemput Bus Sekolah Tua Tanpa Jendela
13 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Lahan PTPN Way Kanan Dilimpahkan ke Pengadilan, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Triliun
Komnas HAM Konfirmasi Korban Tewas Penembakan di Puncak Papua Bertambah Jadi 12 Orang, Satu Di Antaranya Anak-Anak