Pemerintah Malaysia optimistis kinerja ekonomi pada semester II 2026 akan tetap kuat, salah satunya didorong oleh penyelenggaraan kembali balapan Formula 1 (F1) di Sirkuit Internasional Sepang (SIC). Menteri Perekonomian Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menyebut ajang tersebut akan berdampak positif pada sektor pariwisata.
“Acara-acara besar seperti F1 yang menarik pengunjung asing akan memberikan kontribusi melalui pengeluaran yang mereka lakukan di negara tersebut,” kata Akmal, Minggu (2/8).
Akmal juga menjelaskan bahwa Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah meminta agar penyelenggaraan balapan F1 dapat menguntungkan para pelaku usaha kecil. “Selain itu, jika melihat penekanan dari Perdana Menteri, ini bukan hanya tentang menguntungkan segmen tertentu, tetapi dampak positifnya juga harus diarahkan agar para pedagang kecil memperoleh manfaat,” lanjutnya.
Berdasarkan data Department of Statistics Malaysia (DOSM), ekonomi Malaysia tumbuh 5,8 persen pada kuartal II 2026 dan 5,4 persen pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut didorong kinerja kuat dari sektor jasa dan manufaktur. Akmal optimistis pertumbuhan ekonomi di semester kedua juga tetap kuat sesuai proyeksi Bank Negara Malaysia.
“Kami telah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen pada semester pertama tahun 2026. Proyeksi Bank Negara Malaysia untuk tahun 2026 masih menunjukkan pertumbuhan antara 4,0 dan 5,0 persen. Jadi kami harap yang terbaik di paruh kedua tahun 2026. Tapi kita harus siap menghadapi kemungkinan apa pun,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa Malaysia harus tetap waspada terhadap isu geopolitik yang belum usai, utamanya terkait ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan minyak. Langkah intervensi pemerintah untuk memastikan pasokan minyak yang stabil hingga akhir tahun juga akan menjadi faktor kunci dalam mempertahankan momentum ekonomi.
Asosiasi Sambut F1, Bisa Dorong UKM
Presiden Asosiasi Peritel Malaysia, Datuk Andrew Lim Tatt Keong, menyambut baik penyelenggaraan balapan F1. Menurutnya, belanja di sektor ritel serta makanan dan minuman (F&B), khususnya di kalangan UKM, dapat meningkat seiring lonjakan jumlah wisatawan dari ajang F1. Ia pun mendorong para pelaku usaha untuk mengambil peluang dan mengoptimalkan keuntungan dari momen tersebut.
“Para pelaku usaha makanan dan minuman lokal, pengecer, dan penyedia layanan dapat memanfaatkan peningkatan lalu lintas pengunjung dengan menawarkan pengalaman khas Malaysia, promosi bertema balapan, produk eksklusif, serta layanan lainnya,” ujar Andrew.
Ia menilai pengunjung internasional umumnya mencari pengalaman yang berkaitan dengan kekhasan lokal, seperti kuliner khas, produk lokal, hingga atraksi budaya. Selain itu, ia memproyeksikan peningkatan kunjungan tidak hanya terjadi di sekitar Sepang, melainkan juga menyebar ke Kuala Lumpur, Lembah Klang, dan destinasi wisata lainnya.
Balapan F1 di SIC rencananya akan dilaksanakan pada 2–4 Oktober 2026 setelah mendapat konfirmasi resmi dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) mengenai kembalinya Malaysia ke kalender F1.
Artikel Terkait
Gaikindo Serahkan Kepemimpinan AAF ke Malaysia untuk Periode 2026-2028
Anwar Ibrahim Tegas: Warga Israel Harus Tinggalkan Malaysia, Ancaman AS Tak Mengubah Sikap
Konflik Iran-AS Ancam Seri Penutup F1 2026, Domenicali Siapkan Opsi Eropa
Caleg Malaysia Blusukan Pakai Bahasa Jawa, Viral di Media Sosial