Peringatan 24 April: Hari Transportasi Nasional hingga Hari Kesehatan Wanita Sedunia

- Jumat, 24 April 2026 | 06:40 WIB
Peringatan 24 April: Hari Transportasi Nasional hingga Hari Kesehatan Wanita Sedunia

Tanggal 24 April 2026 mungkin terlihat seperti hari biasa di kalender. Tapi ternyata, di balik tanggal itu, ada sederet momen penting yang diperingati, baik di dalam negeri maupun secara global. Di Indonesia sendiri, tanggal ini dikenal sebagai Hari Angkutan Umum atau yang lebih familiar disebut Hari Transportasi Nasional.

Selain itu, ada juga peringatan Hari Solidaritas Asia-Afrika. Nah, kalau kita lihat dari catatan National Today dan Days of The Year, secara internasional 24 April juga diperingati sebagai Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Sedunia. Tak ketinggalan, ada Hari Kesehatan Wanita Sedunia. Masing-masing punya cerita dan maknanya sendiri-sendiri.

Hari Transportasi Nasional

Setiap 24 April, kita memperingati hari yang satu ini. Kenapa? Karena transportasi punya peran yang begitu besar dalam denyut kehidupan masyarakat. Sejarah mencatat, transportasi darat di Indonesia mulai terbentuk sejak berdirinya DAMRI pada tahun 1943. Dari situ, segalanya terus berubah layanan makin ditingkatkan, armada makin modern. Angkutan umum pun tetap relevan, meskipun zaman bergulir cepat.

Tarif Rp1 untuk Transum Jakarta

Ngomong-ngomong soal peringatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya cara unik. Mereka menerapkan tarif khusus Rp1 untuk layanan transportasi umum seperti TransJakarta, MRT, dan KRL pada Jumat, 24 April 2026. Tujuannya? Ya jelas untuk mengajak lebih banyak orang beralih ke angkutan umum. Lebih efisien, lebih ramah lingkungan, katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bilang begini:

“Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat.”

Itu disampaikannya pada Kamis, 23 April 2026.

Hari Solidaritas Asia-Afrika

Masih di tanggal yang sama, 24 April juga jadi momen untuk mengenang Hari Solidaritas Asia-Afrika. Peringatan ini erat kaitannya dengan Konferensi Asia Afrika (KAA). Latar belakangnya? Semangat persamaan nasib antara negara-negara Asia dan Afrika pasca Perang Dunia II. Mereka ingin keluar dari belenggu penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan masing-masing.

KAA sendiri digelar di Bandung, dari 18 hingga 24 April 1955. Total ada 29 negara yang ikut serta. Dalam forum itu, para pemimpin membahas banyak hal mulai dari kerja sama ekonomi, kebudayaan, hak asasi manusia, sampai perdamaian dunia. Hasilnya? Dirumuskanlah Dasasila Bandung. Semacam pedoman untuk membangun hubungan internasional yang damai dan setara.

Hari Multilateralisme dan Diplomasi Perdamaian

Di panggung global, 24 April juga diperingati sebagai Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian atau dalam bahasa Inggrisnya, International Day of Multilateralism and Diplomacy for Peace. Mengutip dari National Today dan Days of The Year, peringatan ini menekankan pentingnya kerja sama antarnegara. Bukan lewat konflik, melainkan dialog dan diplomasi.

Multilateralisme? Intinya sih kerja sama yang melibatkan banyak negara dalam satu forum atau organisasi internasional. Peringatan ini jadi semacam pengingat: tantangan global entah itu konflik, perubahan iklim, atau krisis kemanusiaan gak bisa diselesaikan sendirian. Butuh solusi kolektif, yang melibatkan semua pihak secara setara.

Hari Kesehatan Wanita Sedunia

Terakhir, ada Hari Kesehatan Wanita Sedunia World Women's Wellness Day. Juga jatuh pada 24 April. Ini adalah bentuk perhatian terhadap pentingnya kesehatan perempuan. Lagi-lagi, mengutip dari National Today dan Days of The Year, peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan isu-isu kesehatan yang dihadapi perempuan baik fisik maupun mental.

Lebih dari sekadar seremonial, momen ini mendorong perempuan untuk lebih peduli pada kesehatannya. Mulai dari pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, sampai akses ke layanan kesehatan yang memadai. Tentu saja, dukungan dari lingkungan dan kebijakan yang berpihak pada kesehatan perempuan juga penting. Semua itu bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan yang lebih luas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar