Makmur, OJK, dan APRDI Gelar Literasi Investasi bagi 400 Mahasiswa di Makassar

- Jumat, 24 April 2026 | 08:15 WIB
Makmur, OJK, dan APRDI Gelar Literasi Investasi bagi 400 Mahasiswa di Makassar

IDXChannel – Ada pemandangan agak berbeda di Makassar pertengahan April lalu. Bukan sekadar seminar biasa, tapi semacam gerakan kecil yang coba mengubah cara pandang anak muda terhadap uang. PT Inovasi Finansial Teknologi atau yang lebih dikenal sebagai Makmur bareng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) menggelar program literasi investasi. Dan yang menarik, mereka sengaja memilih lokasi di luar Pulau Jawa.

Acara ini berlangsung pada 16–17 April 2026. Namanya cukup panjang: Road to Pekan Reksa Dana 2026. Ini semacam pemanasan sebelum acara puncak yang rencananya digelar pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Tapi yang terjadi di Makassar bukan sekadar seremonial. Ada target yang lebih konkret.

Sulawesi Selatan, menurut data yang mereka punya, punya potensi besar. Jumlah investor di sana terus bertumbuh. Tapi masalahnya, inklusi investasi masih timpang. Banyak orang yang sebenarnya punya uang, tapi belum paham cara memutarnya. Nah, celah itulah yang coba diisi.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat (24/4/2026), program ini disebut sebagai upaya menjembatani kesenjangan literasi. Caranya? Dengan edukasi reksa dana secara langsung. Sasaran utamanya mahasiswa dan media. Dua kelompok yang dianggap punya pengaruh besar dalam menyebarkan informasi ke masyarakat luas.

Selama dua hari, sosialisasi ini menjangkau tiga lokasi berbeda. Pada 16 April 2026, sesi pertama dimulai di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Di sana, 45 perwakilan media dikumpulkan. Mereka diberi pemahaman yang lebih dalam tentang reksa dana. Bukan sekadar teori, tapi juga praktik dan strategi. Setelah itu, rombongan bergerak ke Universitas Nasional Makassar untuk bertemu mahasiswa.

Keesokan harinya, 17 April 2026, giliran Universitas NITRO yang jadi tujuan. Total, lebih dari 400 mahasiswa hadir dalam rangkaian acara ini. Bayangkan, empat ratus anak muda duduk mendengarkan, bertanya, mungkin juga mulai berpikir ulang tentang masa depan finansial mereka.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin. Juga ada Arif Machfoed, Kepala Direktorat Perwakilan Kantor OJK setempat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa ini bukan sekadar acura dadakan. Ada keseriusan.

Dari pihak Makmur, hadir Merry Putri Sirait, yang menjabat sebagai Business Development & Partnership. Ia memberikan sesi edukasi khusus untuk mahasiswa di dua universitas tersebut. Topiknya? Investasi reksa dana. Tapi cara penyampaiannya agak berbeda. Merry tidak langsung bicara angka atau imbal hasil.

Ia justru menyoroti satu hal yang sering diabaikan: ketidaktahuan. Menurutnya, hambatan terbesar mahasiswa bukan soal uang. Bukan karena gaji kecil atau tabungan minim. Tapi karena mereka tidak tahu harus mulai dari mana.

“Salah satu alasan mahasiswa belum berinvestasi adalah karena belum mengetahui harus memulai dari mana,” katanya.

Di sisi lain, ada Bunga Wahyuni, Manajer Senior Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK. Ia memperkenalkan program bernama PINTAR. Ini inisiatif nasional yang dirancang untuk membangun kebiasaan investasi yang disiplin. Konsepnya sederhana: menyetor dana secara berkala, dengan menggabungkan prinsip power of compounding dan dollar cost averaging. Kedengarannya rumit, tapi sebenarnya cukup mudah dipraktikkan.

Program PINTAR punya dua kategori. Pertama, PINTAR Reksa Dana Umum, yang bisa diakses semua orang. Kedua, PINTAR Reksa Dana SiMUDA Investasiku, yang khusus untuk anak muda usia 18–30 tahun. “Sekarang melakukan investasi sangatlah mudah. Yang terpenting, investor memahami profil risiko beserta tujuan keuangannya,” kata Bunga.

Secara keseluruhan, program di Makassar ini menjangkau lebih dari 400 mahasiswa dan 45 wartawan. Angka yang cukup lumayan. Tapi yang lebih penting, ini menunjukkan kolaborasi yang solid antara OJK, APRDI, dan Makmur. Mereka tidak hanya bicara, tapi juga turun langsung ke lapangan ke kawasan timur Indonesia yang sering luput dari perhatian.

Sampai sekarang, Makmur sudah menjalankan program literasi dan inklusi investasi di lima kota besar Indonesia. Total peserta sudah melebihi 1.000 orang. Mungkin belum besar, tapi setidaknya ada pergerakan. Dan menurut mereka, ini bukan soal kuantitas semata. Lebih dari itu, ini soal komitmen. Bukan cuma menyediakan platform investasi yang mudah diakses, tapi juga ikut mendorong literasi keuangan di daerah-daerah yang punya potensi besar tapi masih tertinggal dalam hal inklusi.

(kunthi fahmar sandy)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar