Investigasi Serangan ke Pasukan UNIFIL Tetap Berlanjut
Kamis, 23 April 2026 - 05:01
JAKARTA – Pemerintah Indonesia belum berhenti mendesak. Mereka ingin investigasi soal serangan terhadap pasukan perdamaian PBB di Lebanon, atau UNIFIL, digali sampai tuntas. Prosesnya masih berjalan, meski laporan awal sudah ada di tangan.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengakuinya. “Kemarin sudah ada hasil investigasi awal,” katanya. Tapi menurutnya, itu belum cukup. “Kita masih terus mendorong investigasi yang menyeluruh,” tegas Sugiono.
Pernyataan itu dia sampaikan kepada para wartawan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (22/4) kemarin.
Latar belakang desakan ini jelas: sejumlah prajurit TNI kita jadi korban. Mereka ditugaskan di bawah bendera UNIFIL, terjebak dalam eskalasi konflik yang makin panas. Awalnya, pada 29 Maret lalu, satu prajurit gugur dan beberapa lainnya terluka akibat dampak pertikaian di area operasi.
Tragedi tak berhenti di situ. Esoknya, 30 Maret, insiden kembali terjadi di Lebanon Selatan. Saat sedang menjalankan tugas pengawalan rutin untuk mendukung UNIFIL, kontingen kita diserang. Dua prajurit lagi gugur, dua lainnya menderita luka berat. Suasana mencekam.
Dan bukan hanya Indonesia yang merasakan dampaknya. Baru-baru ini, Sabtu (18/4), pasukan Prancis juga jadi sasaran. Satu tentaranya tewas, tiga lainnya terluka dalam serangan terhadap posisi UNIFIL. Situasinya memang rawan.
Menyikapi hal ini, pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Menlu Sugiono menyebut, sebagai langkah antisipasi, personel kita yang sebelumnya berada di lokasi serangan sudah dipindahkan. “Personel unit yang tadinya berada di lokasi yang diserang itu sekarang posnya sudah dipindahkan,” ujarnya.
Namun begitu, komitmen Indonesia untuk misi perdamaian ini tidak goyah. Sugiono menegaskan, Indonesia akan tetap menjalankan mandatnya di UNIFIL sampai tuntas. Keputusan penting ini, katanya, datang langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita berencana, atas arahan Bapak Presiden, untuk tetap menyelesaikan mandat UNIFIL tahun ini sampai selesai,” tegasnya.
Lalu, dipindahkan ke mana pasukan kita? Sugiono memastikan, relokasi ini bukan sekadar memindahkan mereka ke bunker di lokasi yang sama. Bukan. Mereka benar-benar dipindah ke titik baru. “Bukan, lokasinya dipindahkan. Bukan di situ lagi,” tandasnya. Titik yang, diharapkan, jauh lebih aman.
Artikel Terkait
Hainan Catat Penjualan Rp 286,4 Triliun dari Toko Bebas Bea dalam 15 Tahun
Polisi Selidiki Laporan terhadap Ade Armando dan Abu Janda Terkait Potongan Ceramah JK
Barang Tertinggal Penumpang KAI Capai Rp1,6 Miliar dalam Tiga Bulan
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di 7 Provinsi Hari Ini