Pasar saham kita sempat heboh hari Kamis kemarin. IHSG anjlok dalam-dalam, sampai-sampai Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan perdagangan dua kali. Guncangan ini makin terasa setelah Goldman Sachs, raksasa investasi dari AS, memangkas peringkat saham Indonesia jadi underweight. Mereka khawatir soal kelayakan investasi menurut standar MSCI, yang bisa picu arus keluar dana fantastis, lebih dari 13 miliar dolar AS.
Di tengah situasi itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara. Ia ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, menanggapi gejolak yang terjadi.
“Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk me-reform regulasi di pasar modal. Kita lihat best practice yang ada. Jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya, sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya,” jelas Airlangga.
Ia menegaskan, momen penurunan ini justru akan dimanfaatkan untuk membenahi aturan main di pasar modal.
“Ya tentu kita harus terus melakukan reform terhadap regulasi di pasar modal. Makanya kan tadi saya bilang, kita akan meminta untuk bursa kita melakukan reform mengenai regulasi. Detailnya nanti OJK akan menjelaskan,” tambahnya.
Artikel Terkait
Pandu Sjahrir: Regulator Harus Bertindak, IHSG Terancam Jatuh ke Kasta Frontier
OJK dan BEI Bergerak Cepat Jawab Tuntutan Transparansi MSCI
OJK Naikkan Batas Minimal Free Float Jadi 15%, Respons Desakan Global
Mari Elka Pangestu Desak Pembentukan Badan Khusus untuk Koordinasi Investasi Hijau