Soal pembenahan regulasi itu, Airlangga menyebut akan dikoordinasikan langsung dengan BEI. Rupanya, ini sudah jadi pembicaraan yang berjalan, bukan langkah dadakan.
Di sisi lain, suasana di BEI pagi itu memang mencekam. Tak lama setelah pembukaan, IHSG langsung terjun bebas 8 persen, memicu trading halt pertama. Sesi I pun ditutup dengan penurunan 5,91 persen ke level 7.828,47. Indeks LQ45 juga ikut terpuruk, turun 5,21 persen.
Pergerakan saham didominasi pelemahan. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, hanya 65 yang mampu naik. Sebaliknya, 720 saham tercatat merah, dengan transaksi mencapai puluhan triliun rupiah. Sebelum keriuhan ini, terlihat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO Danareksa Rosan Roeslani telah lebih dulu meninggalkan lokasi.
Jadi, di balik kekhawatiran investor, pemerintah justru melihat celah untuk perbaikan. Airlangga tampak ingin mengambil hikmah dari tren negatif ini, mengubahnya jadi momentum evaluasi. Sekarang, semua mata tertuju pada langkah konkret OJK dan BEI berikutnya.
Artikel Terkait
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman
IHSG Tergelincir 88 Poin, Sektor Transportasi Jadi Penyelamat di Tengah Banjir Merah
Sarapan Pagi di Kantor Menko Perekonomian, Para Petinggi Bahas Strategi Jaga Stabilitas
IHSG Terjun 1%, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan di Tengah Aksi Jual