Malam itu di KM 57 Tol Japek, suasana masih ramai oleh kendaraan pemudik. Irjen Agus Suryonugroho, si Kakorlantas, tampak memantau arus lalu lintas yang padat. Dalam pantauannya, ia menyoroti sebuah titik macet yang cukup parah, kali ini terjadi di ruas jalan antara Palembang dan Jambi.
Penyebabnya? Kecelakaan.
"Yang ada di Palembang-Jambi juga begitu," ujar Agus, menjelaskan situasi yang dihadapi petugas di lapangan. Menurutnya, proses evakuasi memakan waktu cukup lama dan menyebabkan kemacetan berkepanjangan.
Ia melanjutkan, "Setelah kecelakaan dievakuasi, ada yang as truknya patah. Nah, ini yang bikin arus jadi seret dan lambat di wilayah Jambi."
Namun begitu, upaya penanganan sudah dilakukan. Agus menyebut tim di lapangan sedang berusaha mengurai kemacetan itu. Fokus utama mereka, tentu saja, adalah menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
"Kami sudah dapat laporan dari Pak Kapolda. Katanya malam ini sudah diurai," katanya dengan harapan. "Moga-moga menjelang tengah malam, situasi sudah normal kembali dan lalu lintas bisa lancar."
Secara keseluruhan, Operasi Ketupat 2026 sejauh ini berjalan cukup terkendali. Agus mengklaim belum ada laporan kecelakaan yang bersifat besar atau menonjol. Yang menggembirakan, angka fatalitas atau korban jiwa akibat kecelakaan pun disebutkan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Artinya, dari sisi Kamseltibcarlantas, tidak ada peristiwa yang terlalu mencolok. Tidak ada kecelakaan besar yang jadi sorotan," tegasnya.
Operasi kali ini mengusung semangat 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' – sebuah tagline yang langsung diinstruksikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Agus pun tak lapa meminta dukungan dari masyarakat.
"Kami mohon doa dan restunya. Operasi Ketupat ini dikendalikan langsung oleh Bapak Kapolri dengan tagline 'Mudik Aman Keluarga Bahagia'," ucap Agus.
Ia juga menyempatkan diri mengumumkan program lain. "Sekalian saya sampaikan, Pak Kapolri juga punya program Mudik Gratis Presisi. Nanti akan diberangkatkan dari tiap Polda, termasuk untuk mudik baliknya juga gratis."
Operasi Ketupat 2026 sendiri direncanakan berlangsung selama dua pekan penuh, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Prediksinya luar biasa: akan ada sekitar 143,9 juta perjalanan yang dilakukan masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini. Tantangan yang tidak main-main, tentunya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi