Pasar saham kita sempat heboh hari Kamis kemarin. IHSG anjlok dalam-dalam, sampai-sampai Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan perdagangan dua kali. Guncangan ini makin terasa setelah Goldman Sachs, raksasa investasi dari AS, memangkas peringkat saham Indonesia jadi underweight. Mereka khawatir soal kelayakan investasi menurut standar MSCI, yang bisa picu arus keluar dana fantastis, lebih dari 13 miliar dolar AS.
Di tengah situasi itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara. Ia ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, menanggapi gejolak yang terjadi.
“Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk me-reform regulasi di pasar modal. Kita lihat best practice yang ada. Jadi kita ikuti saja karena itu sudah ada jadwalnya, sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya,” jelas Airlangga.
Ia menegaskan, momen penurunan ini justru akan dimanfaatkan untuk membenahi aturan main di pasar modal.
“Ya tentu kita harus terus melakukan reform terhadap regulasi di pasar modal. Makanya kan tadi saya bilang, kita akan meminta untuk bursa kita melakukan reform mengenai regulasi. Detailnya nanti OJK akan menjelaskan,” tambahnya.
Artikel Terkait
Emas Tembus Rp3 Juta, Pedagang Pasar Cikini Ungkap Rahasia Investasi yang Tak Lekang Zaman
IHSG Tergelincir 88 Poin, Sektor Transportasi Jadi Penyelamat di Tengah Banjir Merah
Sarapan Pagi di Kantor Menko Perekonomian, Para Petinggi Bahas Strategi Jaga Stabilitas
IHSG Terjun 1%, BEI Terpaksa Hentikan Perdagangan di Tengah Aksi Jual