Pedro Acosta Pimpin Klasemen Usai Gebrakan di MotoGP Thailand 2026

- Selasa, 17 Maret 2026 | 06:15 WIB
Pedro Acosta Pimpin Klasemen Usai Gebrakan di MotoGP Thailand 2026

BANGKOK Pembukaan MotoGP 2026 di Thailand baru saja usai, tapi satu nama sudah menggema: Pedro Acosta. Penampilan sang pembalap muda Red Bull KTM di Sirkuit International Chang benar-benar luar biasa. Dia tak hanya menang di Sprint Race, tapi juga finis kedua di balapan utama. Start yang hampir sempurna.

Hasil gemilang itu langsung melambungkan Acosta ke puncak klasemen sementara. Dia mengumpulkan 32 poin. Di belakangnya, ada Marco Bezzecchi dengan 25 poin, sementara Raul Fernandez mengisi posisi ketiga dengan koleksi 23 poin.

Namun begitu, ini baru seri pertama. Tapi, gebrakan Acosta sudah menarik komentar dari banyak pihak, termasuk mantan pembalap MotoGP, Thomas Luthi. Menurutnya, si "Baby Shark" ini bisa jadi penantang serius gelar juara dunia.

“Acosta saat ini memimpin klasemen kejuaraan. Tentu saja masih ada 21 akhir pekan balapan lagi dan banyak hal bisa terjadi, tetapi KTM mampu melakukannya,”

kata Luthi, Senin (16/3/2026).

Luthi tak cuma memuji sang pembalap. Dia juga menyoroti proyek KTM yang dinilainya sangat solid. Pabrikan asal Austria itu, katanya, punya komitmen kuat dari sejak awal membangun tim MotoGP-nya.

“Informasi yang saya dapat tentang proyek itu saat itu benar-benar mengesankan,”

ungkapnya.

Kunci semua ini, lagi-lagi, ada di pundak Acosta. Luthi meyakini, kalau pembalap muda Spanyol itu bisa konsisten sepanjang musim, KTM punya peluang nyata bertarung memperebutkan mahkota. Acosta dianggap punya bakat sebagai pemimpin tim. Start gila ini jelas jadi peringatan untuk semua rivalnya.

“Terutama dengan Acosta, KTM sangat kuat. Saya percaya dia akan menemukan konsistensi yang diperlukan tahun ini,”

pungkas Luthi.

Memang, jalan masih sangat panjang. Masih ada 21 seri balapan lagi yang harus dijalani. Tapi satu hal sudah jelas: start impresif Pedro Acosta ini berhasil memanaskan suasana. Persaingan musim 2026 diprediksi akan jadi lebih sengit dan tak terduga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar