Ledakan Tabung Gas di Kapal Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar

- Selasa, 17 Maret 2026 | 04:15 WIB
Ledakan Tabung Gas di Kapal Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar

Sebuah ledakan keras mengguncang Pelabuhan Rauf Rahman Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin pagi. Sumbernya adalah KM Citra Anugrah yang sedang bersandar. Akibatnya, dua orang awak kapal meninggal dunia setelah mengalami luka serius dalam kebakaran hebat yang menyusul ledakan itu.

Kapolres Selayar, AKBP Didid Imawan, menyampaikan keterangan tertulisnya. Dari pemeriksaan sementara, indikasi kuat mengarah pada sebuah tabung gas elpiji berukuran 12 kilogram.

"Berdasarkan temuan awal di lokasi kejadian, diduga ledakan berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang ditemukan dalam kondisi terbelah," ujarnya.

Kedua korban yang tewas adalah Kapten kapal Aryadin (40 tahun) dan ABK Arif Jaya (40 tahun). Menurut sejumlah saksi, mereka sama sekali tak sempat menyelamatkan diri saat ledakan tiba-tiba mengguncang. Suasana pagi yang seharusnya tenang itu berubah jadi chaos.

Nasib sedikit lebih baik dialami dua ABK lain. Iksan (45 tahun) berhasil selamat, meski kakinya patah saat terpaksa melompat dari kapal yang sudah membara. Sementara Irfan (35 tahun) hanya menderita luka-luka ringan. Mereka berdua kini sudah mendapatkan perawatan.

Kapal ini sebenarnya sedang memuat barang-barang campuran yang cukup banyak, sekitar 2.000 paket dos. Muatannya beragam, mulai dari bahan pokok, solar, pertalite, hingga tabung gas ukuran 3 dan 12 kilogram. Ledakan itu membuat banyak barang berhamburan di sekitaran dermaga, memperparah kekacauan yang terjadi.

Rencananya, semua barang logistik itu akan dibawa ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu. Muatan itu adalah pasokan penting untuk memenuhi kebutuhan warga setempat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang tinggal sebentar lagi. Nahas, kapal tak pernah sampai tujuan.

Petugas dari Polres Kepulauan Selayar langsung bergerak cepat. Mereka berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengevakuasi korban, mengamankan TKP dengan garis polisi, dan tentu saja membantu memadamkan sisa-sisa api. Asap hitam pekat sempat mengepul di area pelabuhan, namun akhirnya bisa dikendalikan.

Kapolres kembali menegaskan muatan kapal yang naas itu. Bahan pokok, gas elpiji, dan BBM semuanya adalah pasokan untuk masyarakat Pasimarannu jelang lebaran. Pihak berwenang kini sedang berkoordinasi ketat. Tujuannya jelas: mengantisipasi kemungkinan terhambatnya distribusi logistik ke wilayah tersebut, mengingat kebutuhan pasti melonjak saat seperti ini.

Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi. Keduanya rencananya akan dimakamkan di Kecamatan Pasimarannu, tempat yang seharusnya menjadi tujuan terakhir perjalanan mereka.

Meski dugaan sementara mengerucut pada ledakan tabung gas, penyelidikan tidak serta merta dihentikan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini. Semua kemungkinan masih tetap ditelusuri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar