TNI Bantah Keras Kabar Penyerangan di Koramil Dekai, Tegaskan Hoaks

- Kamis, 30 April 2026 | 07:45 WIB
TNI Bantah Keras Kabar Penyerangan di Koramil Dekai, Tegaskan Hoaks
Jayapura Kabar soal penyerangan di Koramil Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, langsung dibantah keras oleh pihak TNI. Kepala Penerangan Kodam XVII Cendrawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, dengan tegas menyebut informasi itu tidak benar. “Yang pasti tidak ada penyerangan ke Koramil Dekai, termasuk prajurit yang gugur,” ujarnya kepada ANTARA di Jayapura, Rabu, 29 April 2026. Pernyataan itu keluar sebagai respons atas berita yang beredar luas. Katanya, ada narasi yang menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang pos Koramil hingga menewaskan seorang prajurit. Menurut Tri, itu semua hoaks. “Narasi yang disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab tersebut tidak benar,” tegasnya. Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak gampang percaya sama isu-isu yang sengaja dihembuskan. Tujuannya? Kata dia, cuma satu: bikin keresahan. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Berdasarkan laporan yang diterima, KKB justru melakukan penembakan terhadap warga sipil. Bukan ke markas TNI. Akibatnya, tiga orang dilaporkan luka-luka. Peristiwa penembakan itu terjadi dalam dua hari berturut-turut. Senin, 27 April 2026, satu warga jadi korban. Lalu sehari setelahnya, Selasa, 28 April 2026, dua orang lainnya ikut terluka dalam aksi serupa. “Untuk hari ini, Rabu (29 April), situasi di Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, relatif aman dan kondusif,” sambung Tri. Di sisi lain, Kapolres Yahukimo, AKBP Zeth Salino, juga angkat bicara. Secara terpisah, dia mengakui bahwa belakangan ini banyak informasi ngawur yang berseliweran di tengah masyarakat. “Masyarakat diharapkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang sengaja disebar untuk membuat keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya di Yahukimo, Rabu, 29 April 2026.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar