Setelah peresmian megaproyek di Balikpapan, perhatian kini beralih ke Dumai. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa PT Pertamina bakal melanjutkan proyek RDMP atau Refinery Development Master Plan di Kilang Dumai, yang masuk dalam Refinery Unit II. Pernyataan ini ia sampaikan usai peresmian RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin lalu.
Proyek Balikpapan sendiri menelan investasi fantastis, sekitar USD 7,4 miliar atau kalau dirupiahkan kira-kira Rp 123 triliun. Hasilnya? Kilang itu kini jadi yang terbesar di Indonesia. Kapasitas olahnya melonjak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel. Cukup signifikan.
Nah, untuk rencana ke depan, Bahlil mengaku baru saja menggelar rapat marathon dengan jajaran Pertamina.
Ucapnya saat ditemui di lokasi Kilang Balikpapan, Selasa (13/1).
Menurut Bahlil, skema pengembangan Dumai nantinya akan melibatkan kerja sama dengan pihak swasta. Prinsipnya saling menguntungkan. "Tujuannya apa? Pertamina dapat untung, negara punya ketahanan energi ada, swasta juga bisa mendapat kerja sama yang baik," jelasnya. Dengan kata lain, kolaborasi ini diharapkan bisa mengerek ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Telkom Gelar Operasi Besar, 60 Anak Perusahaan Bakal Dirombak
Misterius, Djoni Kembali Beraksi: Kuasai 5,09% Saham Multi Garam Utama
53 UMKM Jakarta Barat Bersiap Serbu Ritel Modern Lewat Program Level-Up
Gen Z dan Harapan Baru di Balik Lumpur Tambak Udang