Selebritas Berparas Bule di Indonesia Kerap Disangka Mualaf, Padahal Muslim Sejak Lahir

- Jumat, 27 Februari 2026 | 02:15 WIB
Selebritas Berparas Bule di Indonesia Kerap Disangka Mualaf, Padahal Muslim Sejak Lahir

Penampilan fisik memang bisa menipu. Tak jarang, paras seseorang apalagi yang berkesan 'bule' atau campuran langsung membuat kita berasumsi tentang latar belakang agamanya. Padahal, tebakan itu seringkali meleset. Di industri hiburan Indonesia, cukup banyak artis yang harus berulang kali meluruskan anggapan publik bahwa mereka adalah mualaf. Faktanya? Mereka telah memeluk Islam sejak lahir.

Ambil contoh Cinta Laura. Dengan darah Jerman dan wajah Eropanya yang mencolok, banyak yang mengira ia non-Muslim. Ternyata, aktris multitalenta ini sudah Islam sejak kecil. Begitu pula dengan Yuki Kato. Warisan Jepang dari sang ayah kerap membuat orang salah sangka. Padahal, ia tumbuh sebagai seorang Muslim.

Lalu ada Maxime Bouttier. Parasnya yang bak pangeran Eropa kerap menimbulkan pertanyaan. "Dia mualaf, ya?" Banyak yang bertanya-tanya begitu. Nyatanya, aktor berdarah Prancis-Indonesia ini mengakui dirinya Muslim sejak lahir. Hal serupa dialami Tatjana Saphira. Wajah blasterannya yang unik seringkali mengaburkan fakta bahwa ia telah memeluk Islam sejak dini.

Di sisi lain, Stuart Collin juga masuk dalam daftar ini. Keturunan Inggris dengan rupa 'bule'-nya sering diasosiasikan sebagai pendatang baru dalam Islam. Faktanya jauh dari itu. Begitu juga dengan Kimberly Ryder. Banyak yang kaget saat tahu bahwa model dan aktris ini bukanlah mualaf.

Kasus yang menarik adalah Arie Kriting. Banyak orang mengira komedian ini memeluk Islam setelah menikahi Indah Permatasari. Asumsi itu ternyata keliru. Arie sendiri sudah mengonfirmasi bahwa dirinya memang telah beragama Islam sebelumnya.

Tak ketinggalan, Paula Verhoeven. Model dengan pesona internasional ini pun kerap disangka baru masuk Islam. Padahal, sama seperti yang lain, ia telah memeluk agama ini sejak lahir.

Fenomena ini, kalau dipikir-pikir, cukup mencerminkan betapa kuatnya stereotip di masyarakat kita. Kita mudah sekali menyimpulkan identitas seseorang terutama agama hanya berdasarkan tampang atau latar belakang keturunannya. Padahal, realitanya tak sesederhana itu. Agama adalah keyakinan hati, dan itu tidak pernah bisa sepenuhnya tertebak dari kulit, bentuk mata, atau nama belakang seseorang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar