Sabtu pagi ini, langit di sejumlah wilayah Indonesia tampaknya akan membawa beban air yang cukup berat. BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini: waspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat sepanjang hari ini, 28 Februari 2026. Masyarakat diminta siaga, karena dinamika atmosfer sedang aktif-aktifnya dan berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Menurut penjelasan prakirawan BMKG, Diah Ayuretnani, penyebabnya adalah sebuah sistem tekanan rendah yang terpantau berkeliaran di Samudera Hindia, tepatnya di barat daya Lampung. Sistem ini nggak sendirian. Dia membentuk zona pertemuan angin atau yang disebut daerah konvergensi dan konfluensi, membentang dari perairan barat daya Banten hingga selatan Jawa bagian barat.
"Sirkulasi siklonik terpantau di Laut Cina Selatan yang turut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah tersebut,"
ujar Diah, Sabtu pagi tadi.
Daerah pertemuan angin lainnya juga diprediksi muncul di beberapa titik. Mulai dari Sumatera Selatan, terus ke Samudera Hindia barat daya Bengkulu, melintas ke selatan Jawa Barat, Laut Jawa, hingga ke Kalimantan Tengah dan Selatan. Wilayah timur juga nggak luput, dengan Selat Makassar, Laut Banda, Maluku, Laut Arafuru, hingga Papua Pegunungan dan Papua Selatan ikut dalam daftar.
Ilustrasi hujan. ANTARA/Nirkomala.Nah, selain konvergensi tadi, daerah aliran angin atau konfluensi juga diprediksi terbentuk di beberapa lokasi. Mulai dari Samudera Hindia barat Bengkulu, merambat ke selatan Jawa Barat, lalu ke Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, melintasi NTB dan NTT, hingga ke Laut Banda dan Laut Arafuru.
Kombinasi fenomena-fenomena atmosfer ini, kata Diah, jadi pemicu utama. "Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, dan sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi," jelasnya. Intinya, bahan baku untuk hujan deras sudah terkumpul banyak.
Karena itu, imbauan kewaspadaan khusus dikeluarkan untuk sejumlah provinsi. Mulai dari Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, hingga Sulawesi Selatan dan Maluku. Di daerah-daerah ini, hujan bukan cuma gerimis biasa, tapi berpotensi lebat bahkan sangat lebat.
Bagaimana dengan kota-kota besar?
Kalau lihat prakiraan per kota, gambarnya jadi lebih detail. Untuk kawasan barat Indonesia, Jambi dan Bandar Lampung berpotensi diguyur hujan yang disertai petir. Yogyakarta kemungkinan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Sementara itu, hujan ringan diprakirakan menyapa Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, dan sebagian besar kota di Pulau Jawa. Di Kalimantan, Tanjung Selor dan Palangkaraya juga berpotensi sama. Cuaca mendung hingga berawan tebal lebih mungkin terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin. Khusus Padang, waspadai kemungkinan asap atau kabut yang mengurangi jarak pandang.
Giliran wilayah timur, Makassar berpeluang mengalami hujan sedang. Hujan ringan berpotensi turun di Denpasar, Mataram, Kupang, sebagian wilayah Sulawesi, Ternate, Ambon, dan beberapa area di Papua. Khusus untuk Jayapura, prakirawan memperkirakan cuaca akan didominasi awan saja. Jadi, siapkan payung atau jas hujan sebelum keluar rumah, dan selalu pantau perkembangan info terbaru dari BMKG.
Artikel Terkait
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Delapan Orang dalam Pencarian
detikcom dan BAKTI Komdigi Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026 untuk Para Penghubung Negeri
Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
Wakil Ketua MPR Desak Pengakuan Hak Perempuan Adat untuk Hadapi Krisis Iklim dan Pangan