Di tengah riuh Rapimnas Golkar, Sabtu lalu, Bahlil Lahadalia berbicara blak-blakan. Ketua Umum partai itu menyentil soal masa jabatan seorang pemimpin. Menurutnya, tak ada yang abadi. "Harus ada ruang untuk generasi baru," begitu kira-kira pesannya.
Acara yang digelar di DPP Partai Golkar itu bukan sekadar formalitas. Bahlil, yang juga menjabat Menteri ESDM, membuka pembicaraan dengan penegasan. Dia bersumpah tak akan pernah memakai partai untuk mengurusi kepentingan pribadinya, apalagi bisnis.
Dia mengaku bukan tipe orang yang mau diurus. Sejak kecil, mentalnya justru sebaliknya. "Saya dilahirkan bukan untuk diurus, tapi untuk mengurus," ucapnya singkat.
Namun begitu, di balik sikap tegasnya, Bahlil rupanya banyak belajar dari para senior. Sebut saja Agung Laksono, Zainudin Amali, dan Freddy Latumahina yang hadir saat itu. Dari merekalah dia dapat wejangan berharga tentang batas waktu kepemimpinan.
Artikel Terkait
Menteri HAM: Gaya Kepemimpinan Prabowo Egaliter dan Berpihak pada Rakyat
Toyota Luncurkan Alphard XE, Varian Hybrid Termurah di IIMS 2026
Sistem Satu Arah Diberlakukan Lagi di Jalur Puncak Menuju Jakarta
Mantan Suami Siri Warga Negara Irak Ditangkap sebagai Tersangka Pembunuhan di Bambu Apus