JAKARTA – Setelah sukses dengan "Tawakal" dua tahun lalu, Marcell Siahaan kembali menghadirkan karya religi. Single barunya, "Menuju Cahaya", resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Kali ini, ada sentuhan personal dari keluarganya.
Menurut Marcell, istrinya, Rima Melati Adams, turut ambil bagian. Ibu dua anak itu membacakan lirik berbahasa Inggris yang puitis di tengah lagu.
“Di rumah saya, hanya Rima yang fasih berbahasa Inggris. Karena itu, pelafalannya pun menjadi sempurna,” ujar penyanyi berdarah Batak itu.
Lagu ini bercerita tentang perjalanan batin. Tentang saat seseorang berhenti menganggap dirinya sebagai pusat segalanya, lalu memilih melangkah menuju hal yang lebih besar. Intinya bukan soal pencapaian, melainkan pelepasan. Bukan tentang menjadi paling benar, tapi belajar untuk tunduk dan jujur pada diri sendiri.
Inspirasinya datang dari konsep Tazkiyatun Nafs atau pemurnian jiwa. Marcell mengaku terpengaruh oleh surah Asy-Syams ayat 9-10 dan Al-A‘la ayat 14.
“Kedua ayat tersebut sama-sama menegaskan bahwa keberuntungan sejati bukan datang dari pengakuan luar, melainkan dari keberanian membersihkan batin,” jelasnya.
Makna "cahaya" di sini punya nuansa khusus. Bagi Marcell, itu bukan simbol kesuksesan atau pencerahan instan.
“Cahaya dalam lagu ini artinya tujuan, sesuatu yang didekati, dan bukan sesuatu untuk dimiliki,” imbuhnya.
Pemahaman itu terinspirasi dari gambaran cahaya Ilahi dalam surah An-Nur ayat 35. Alhasil, lirik lagunya tidak menonjolkan ego. Justru sebaliknya, menekankan proses perjalanan tanpa beban nama atau pujian.
Secara musikal, "Menuju Cahaya" disusun dengan pendekatan minimalis. Pengulangan lirik yang reflektif sengaja dibuat seperti doa yang diucapkan berulang-ulang. Ini menggambarkan bahwa pemurnian diri bukan peristiwa sekali jadi, tapi proses berkelanjutan yang harus dijalani.
Marcell menegaskan, single ini bukan bentuk dakwah yang demonstratif. Lebih tepat disebut sebagai ruang perenungan. Tempat untuk menyadari keterbatasan, melepaskan pembenaran diri, dan memilih berjalan perlahan.
Yang menarik, aransemennya justru kental dengan nuansa elektronik. Pilihan ini disengaja. Marcell berharap dengan sentuhan modern, lagu ini bisa menjangkau pendengar yang lebih luas dan beragam.
“Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapapun, di manapun dan kapanpun,” pungkas Marcell Siahaan.
Artikel Terkait
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal
Shindy Fioerla Ungkap Body Shaming dari Suami, Jadi Motivasi Jalani Operasi Bariatrik
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Jadi Modus Kejahatan Siber, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing hingga Ransomware
Terikat Janji Malam Ini: Mayang Siapkan Aksi Memalukan untuk Davina