Eropa masih menggigil. Suhu beku yang melanda sejak Selasa lalu benar-benar membuat kacau. Bukan cuma perjalanan yang berantakan, nyawa pun melayang. Di Prancis saja, setidaknya sudah lima orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Penyebabnya? "Black ice" – lapisan es tipis yang licin dan mematikan – yang menyelimuti jalanan sejak Senin.
Salah satu kejadian tragis menimpa seorang sopir taksi. Mobilnya tergelincir dan tercebur ke Sungai Marne. Sang sopir meninggal, sementara penumpangnya harus dirawat karena hipotermia. Di wilayah timur Paris, nasib serupa menimpa pengendara lain yang bertabrakan dengan sebuah truk.
Transportasi Lumpuh Total
Kekacauan ini tentu saja merembet ke mana-mana. Inggris, misalnya, mencatat suhu minus 12,5 derajat Celsius di Norfolk – malam terdingin musim ini. Meski bandara Liverpool dan Aberdeen perlahan buka lagi, efeknya masih terasa luas. Coba bayangkan: lebih dari 300 sekolah di Skotlandia tutup, layanan kereta kacau balau. Pemerintah setempat sampai mengimbau warganya untuk kerja dari rumah saja kalau bisa.
Belanda juga tak kalah parah. Suhu di bawah minus 10 derajat Celsius sempat menghentikan seluruh jaringan kereta api. Masalah sistem di sekitar Amsterdam memperburuk keadaan. Bandara Schiphol, salah satu hub utama Eropa, mengalami hari kedua pembatalan massal. Lebih dari 400 penerbangan terhenti, chaos!
Layanan kereta nasional baru mulai merangkak normal setelah pukul 10 pagi, itupun terbatas. Banyak perjalanan Eurostar dari Amsterdam ke Paris yang dibatalkan atau telat berjam-jam. Maskapai KLM mengaku kewalahan menghadapi lonjakan permintaan penjadwalan ulang. Mereka bilang, cuaca seperti ini yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Terkait
Poros Riyadh-Abu Dhabi Retak di Medan Perang Yaman
Gencatan Senjata Gaza Retak Kembali, Dua Warga Tewas dalam Serangan Udara
Dari Tuduhan Narkoba ke Meja Perundingan: Trump dan Petro Rencanakan Pertemuan di Gedung Putih
Gus Ipul Siapkan Makan Bergizi Gratis untuk 100 Ribu Lansia dan Disabilitas