MURIANETWORK.COM - Gelombang unjuk rasa kembali terjadi di sejumlah kampus di Iran pada Minggu (22/2) waktu setempat. Aksi ini berlangsung dalam suasana tegang, di tengah mandeknya perundingan nuklir dengan Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan. Demonstrasi mahasiswa ini juga mengangkat isu domestik, sebagai bentuk peringatan bagi korban tewas dalam aksi protes antipemerintah beberapa waktu sebelumnya.
Dua Gelombang Protes dalam Satu Pekan
Unjuk rasa pada hari Minggu itu bukanlah yang pertama dalam pekan tersebut. Sehari sebelumnya, pada Sabtu (21/2), mahasiswa di berbagai kampus telah menggelar aksi serupa untuk mengenang para korban yang jatuh dalam gelombang demonstrasi sebelumnya. Situasi di lapangan dilaporkan cukup kompleks, dengan aksi pro-pemerintah dan antipemerintah kerap terjadi secara bersamaan di lokasi yang berdekatan.
Kantor berita Fars, yang memiliki afiliasi dengan pemerintah, turut merilis sejumlah rekaman video pada hari Minggu. Video-video tersebut menunjukkan kerumunan puluhan orang yang membawa bendera Iran serta foto-foto peringatan di beberapa universitas di Teheran.
Gema Sejarah dan Tuntutan Perubahan
Suasana demonstrasi terlihat cukup panas. Salah satu video yang beredar, diambil dari kompleks Universitas Teknologi Sharif, menangkap kerumunan demonstran yang meneriakkan slogan-slogan politis bernada keras.
Artikel Terkait
Kejati DKI Geledah Ruang Pejabat Kementerian PU untuk Usut Dugaan Korupsi
Listrik Padam di Sejumlah Kawasan Jakarta, Kini Telah Pulih 100%
Pemkot Tangerang Percepat Pembangunan 100 Rumah Prioritas untuk Warga Tidak Layak Huni
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Pengadaan Minyak di Petral