Tiga Ledakan Bertubi-Tubi Guncang KRL Duri-Tangerang, Penumpang Panik dan Histeris

- Rabu, 27 Mei 2026 | 05:30 WIB
Tiga Ledakan Bertubi-Tubi Guncang KRL Duri-Tangerang, Penumpang Panik dan Histeris

Suasana mencekam dan histeria melanda penumpang KRL lintas Duri-Tangerang setelah tiga kali bunyi ledakan keras terdengar dari dalam gerbong, disertai padamnya lampu, sebelum kereta akhirnya mogok di kawasan Cengkareng, Selasa sore (26/5/2026).

Seorang penumpang bernama Tasya, 25, menuturkan bahwa ledakan terjadi secara beruntun. “Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak ‘dug’ gitu bunyinya,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Menurut Tasya, setiap kali ledakan terdengar, lampu di dalam gerbong ikut padam. Para penumpang pun panik dan histeris saat insiden itu berlangsung. Karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, Tasya bersama sebagian penumpang lain memilih turun dari kereta.

“Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini (perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya). Pintunya (KRL) terbuka akhirnya tadi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Butar, 45, yang saat kejadian berada di gerbong tiga. Ia mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali sekitar pukul 17.00 WIB. “Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi,” katanya.

Usai ledakan, Butar segera berpindah ke gerbong paling depan. Bersama sejumlah penumpang lain, ia memilih bertahan di dalam kereta sambil menunggu kondisi kembali normal.

Pantauan di lokasi pada pukul 18.40 WIB menunjukkan kereta masih belum bergerak. Sebagian penumpang memilih turun, sementara lainnya tetap berada di dalam gerbong. Lampu di dalam kereta tampak mati, meskipun beberapa kali sempat menyala lalu padam kembali.

Insiden ini juga menarik perhatian warga sekitar. Anak-anak hingga orang dewasa mengitari gerbong belakang yang berhenti tepat di perpotongan jalan dan rel kereta. Sementara itu, palang perlintasan di Jalan Daan Mogot dan arah sebaliknya masih tertutup.

Banyak pengendara yang akhirnya tertahan dan memilih putar balik mencari jalur alternatif. Sebagian lainnya memilih parkir di depan palang perlintasan untuk menyaksikan kereta yang terhenti. Bunyi sirene perlintasan terus berbunyi, menandakan adanya insiden di tengah jalur.

Situasi sempat berubah mencekam saat beberapa kereta melintas dari arah Tangerang menuju Duri. Kereta-kereta tersebut terpaksa melambatkan lajunya karena banyaknya warga yang berkumpul di sekitar perlintasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenai penyebab insiden tersebut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar