Cek Kesehatan Gratis: 70 Juta Warga Terlayani, Tapi Sosialisasi Masih Jadi PR

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:00 WIB
Cek Kesehatan Gratis: 70 Juta Warga Terlayani, Tapi Sosialisasi Masih Jadi PR

Sepanjang tahun 2025, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah diikuti oleh 70 juta warga Indonesia. Angka yang cukup fantastis, bukan? Program ini berjalan di 10.225 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi.

Menurut Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, masih ada beberapa pusat kesehatan masyarakat yang belum bisa menjangkau layanan ini.

"Memang masih ada beberapa puskesmas yang belum menyelenggarakan, terutama ini di daerah-daerah yang sangat sulit," ujarnya pada Jumat (23/1/2026).

Dari total 10.300 puskesmas, kata dia, sebanyak 10.225 unit sudah bisa melaksanakannya. "Kita sudah periksa 70 juta masyarakat Indonesia di 38 provinsi," tambah Maria.

Kalau dilihat dari persebaran peserta, partisipasi perempuan ternyata lebih tinggi. Mereka menyumbang 54,39 persen atau sekitar 39,58 juta orang. Sementara peserta laki-laki berada di angka 45,61 persen, setara dengan 33,2 juta orang.

Di sisi lain, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah peserta CKG terbanyak, yakni 14,4 juta orang. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 13 juta peserta, dan Jawa Barat di angka 10 juta.

Nah, yang menarik justru ada pada data kelompok umur. Ternyata, bayi baru lahir tepatnya yang berusia dua hari menjadi peserta paling banyak. Dari 4,4 juta bayi yang lahir tahun lalu, lebih dari separuhnya atau 2,3 juta bayi sudah menjalani CKG.

Kelompok usia lain punya cerita berbeda. Untuk anak sekolah dan remaja (7-17 tahun), partisipasinya mencapai 41 persen atau 19,7 juta dari 48 juta populasi. Angka ini kontras dengan balita dan anak prasekolah (1-6 tahun) yang hanya 10 persen atau 2,7 juta anak.

Bagaimana dengan orang dewasa dan lansia? Kedua kelompok ini punya tingkat partisipasi yang sama, yaitu 18 persen. Sekitar 31 juta orang dewasa (18-59 tahun) dan 6 juta lansia (60 tahun ke atas) telah memeriksakan diri.

Selain program umum, pemerintah juga gencar menggelar CKG di lingkungan pendidikan. Tercatat, 25 juta peserta berasal dari 202.284 sekolah, madrasah, dan pesantren.

Endang menegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti. "Ini akan terus ya. Di awal tahun ini pun sebetulnya di daerah-daerah sudah berjalan, CKG berjalan terus, tidak berhenti. Juga di sekolah juga berjalan terus," tegasnya.

Meski demikian, setelah setahun berjalan, masih ada pekerjaan rumah besar. Evaluasi dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan mengungkap fakta yang cukup mengejutkan: hanya 45 persen masyarakat yang tahu tentang program CKG.

"Jadi kita memang masih perlu meningkatkan awareness dari masyarakat," pungkas Endang. Temuan di pertengahan tahun lalu itu jelas menjadi bahan evaluasi serius untuk ke depannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar