JAKARTA Kehadiran negara untuk melindungi warganya di mana pun mereka berada, ditegaskan kembali oleh Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Pernyataan ini terutama menyasar WNI yang saat ini terjebak di daerah-daerah rawan konflik.
Baru-baru ini, upaya itu membuahkan hasil. Sebanyak 22 WNI akhirnya bisa kembali ke tanah air. Mereka tiba di Jakarta setelah melalui perjalanan panjang dengan transit di Baku, Azerbaijan.
Menurut sejumlah sumber, proses pemulangan ini tak lepas dari kerja keras Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di lapangan. Mereka terus memantau situasi keamanan yang berubah-ubah, sambil memastikan evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi dengan baik.
Atas kerja cepat ini, Menko Polkam tak segan memberi apresiasi.
“Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah,” ujar Djamari.
Ia menambahkan, keselamatan warga negara adalah prioritas utama, meski dinamika konflik internasional kerap tak terduga.
Namun begitu, pekerjaan belum selesai. Pemerintah mengaku akan terus memantau situasi di kawasan konflik secara berkelanjutan. Rencana evakuasi tahap berikutnya pun sedang disiapkan untuk WNI yang masih tertinggal di zona berbahaya.
Pesan untuk WNI di Timur Tengah pun jelas: selalu jaga komunikasi dengan perwakilan RI setempat. Koordinasi yang baik dinilai kunci untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses kepulangan mereka nanti.
Jadi, meski tantangannya berat, upaya untuk membawa setiap warga negara pulang dengan selamat terus digenjot. Itu janji yang coba ditepati.
Artikel Terkait
Dolar AS Melemah Tipis Menjelang Rilis Data Inflasi, Investor Waspadai Sikap Hawkish The Fed
Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Tunggal Motor di Cibinong
Polda Sumsel Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil 25 Kasus, Selamatkan 34.252 Jiwa
LPPM Universitas Terbuka Dorong Penguatan SDM dan Wisata Berkelanjutan di Pulau Pahawang