NGANJUK – Dua remaja korban ledakan petasan di Nganjuk masih terkatung-katung. Mereka belum mendapat penanganan medis yang layak di RSUD Kertosono. Kenapa? Biaya perawatannya tak ditanggung BPJS. Padahal, keduanya masih berstatus pelajar SMP.
Hingga Selasa kemarin, tiga korban Fakim, Abdul Ghofur, dan Septian Rangga masih terbaring di ruang UGD. Mereka hanya mendapat perawatan darurat. Situasinya cukup memprihatinkan.
Menurut Mohammad Yudi Arifin, Kabid Penunjang RSUD Kertosono, ada aturan yang menyulitkan. Karena cedera mereka akibat merakit petasan aktivitas yang jelas dilarang maka BPJS Kesehatan tak bisa mengcover biayanya.
Namun begitu, masalah dana masih jadi ganjalan besar. RSUD Kertosono pun kini berupaya keras. Mereka sedang berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk menggalang bantuan sosial atau anggaran darurat. Tujuannya satu: menutupi biaya pengobatan ketiga remaja yang berasal dari keluarga kurang mampu itu.
Artikel Terkait
Galatasaray Kalahkan Liverpool 1-0 Berkat Gol Cepat Lemina
Jonathan Miliano Alami Cedera ACL Kedua, Absen dari FIFA Matchday Series
Atalanta Siap Hadapi Bayern Munchen di Malam Ajaib Liga Champions
Bhayangkara Lampung FC Bangkit dari Ketertinggalan, Kalahkan Arema FC 2-1