TPA Burangkeng Lumpuh Akibat Krisis Solar, Ratusan Truk Sampah Mengantre

- Sabtu, 25 April 2026 | 09:00 WIB
TPA Burangkeng Lumpuh Akibat Krisis Solar, Ratusan Truk Sampah Mengantre

Liputan6.com, Jakarta - TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendadak mati suri. Aktivitas pengelolaan sampah di sana lumpuh total. Penyebabnya? Krisis bahan bakar.

Puluhan alat berat yang biasanya sibuk menata gunungan sampah kini diam tak bergerak. Mesin-mesin raksasa itu kehabisan solar. Dampaknya langsung terasa distribusi sampah ikut kacau. Truk-truk pengangkut mengantre panjang, dari pintu masuk sampai area parkir. Mereka terjebak dengan muatan penuh, tak bisa mencapai titik pembuangan. Suasana jadi mencekik, bau sampah bercampur asap knalpot kendaraan yang menganggur.

Menurut Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro, ini kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Situasi seperti ini baru kali ini terjadi," ujarnya di lokasi, Sabtu (25/4/2026). Alasannya, kata dia, operator kesulitan mendapatkan pasokan BBM industri.

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, pesan solar langsung dikirim. Gampang. Tapi sekarang? "Biasanya pesan langsung dikirim. Sekarang mulai sulit. Katanya karena BBM industri lagi naik-naiknya. Kedua karena penyedianya memang agak sulit mendapatkan katanya. Pesan kemarin dikirimnya bisa berhari-hari. Sekarang nggak sampai-sampai. Sulit dapat," jelasnya dengan nada frustrasi.

Di sisi lain, kebutuhan BBM di TPA Burangkeng tergolong besar. Ada 22 unit alat berat yang beroperasi. Masing-masing butuh sekitar 150 liter solar per hari. Hitung saja total kebutuhan mencapai 3.000 liter setiap harinya. Tanpa pasokan yang lancar, gunungan sampah terus meninggi, sementara truk mengantre tanpa kepastian.

Entah kapan situasi ini akan normal kembali. Yang jelas, tumpukan sampah di TPA Burangkeng tak akan menunggu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar