BONE Sabtu sore itu, Ballroom Sentosa di Novena Hotel tampak ramai. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, hadir di tengah-tengah para tenaga kesehatan. Acaranya bukan sekadar seremonial biasa.
Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk Dewan Pengurus Cabang Apkesmi (Akselerasi Puskesmas Indonesia) Kabupaten Bone digelar. Periode kepengurusan kali ini untuk 2024–2029. Yang mengukuhkan langsung adalah Ketua DPW Apkesmi Sulawesi Selatan, dr. H. Muhammad Yunus, S.Ked., M.Kes. Beliau secara resmi menetapkan Marsuki, SKM, M.Kes., sebagai ketua DPC yang baru.
Namun begitu, acara ini tidak berhenti di pelantikan saja. Ada satu rangkaian lagi yang melekat: seminar sehari. Temanya cukup strategis, soal Manajemen Mutu Puskesmas Berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP).
Pesertanya? Lumayan beragam. Mulai dari dokter, perawat, sampai kader kesehatan, semuanya duduk bersama. Suasana di dalam ruangan terasa serius tapi juga hangat maklum, ini soal pelayanan publik yang menyentuh langsung masyarakat.
Lalu, tibalah giliran Bupati bicara. Andi Asman menyampaikan selamat. Tapi bukan sekadar ucapan basa-basi. Ia menaruh harapan besar. Menurutnya, Apkesmi harus bisa jadi motor penggerak. Bukan cuma untuk organisasi, tapi untuk mempercepat program-program kesehatan di daerah.
“Selamat kepada seluruh pengurus Apkesmi yang baru dikukuhkan. Kami berharap organisasi ini mampu menjadi akselerator dalam menuntaskan persoalan stunting di Bone,” ujarnya tegas.
Ia juga menambahkan, menggabungkan pelantikan dengan seminar adalah langkah yang pas. Menurutnya, ini cara cerdas untuk memperkuat kapasitas organisasi sambil langsung meningkatkan mutu layanan di puskesmas-puskesmas.
Di sisi lain, Bupati juga menekankan satu hal: kolaborasi. Ia mendorong agar tenaga kesehatan tidak bekerja sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah kecamatan, aparat keamanan, sampai penyuluh di lapangan. Semua harus seiring sejalan.
“Kami mengharapkan kolaborasi yang kuat sebagai mitra sejajar di tingkat kecamatan, baik camat, kapolsek, danramil maupun penyuluh, agar visi pembangunan kesehatan dapat terwujud,” tambahnya.
Pesan terakhirnya cukup mengena. Ia mengingatkan agar ego sektoral dikesampingkan. Kerja sama harus diperkuat. Dengan begitu, program kesehatan bisa berjalan cepat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Lewat momentum ini, harapannya Apkesmi Kabupaten Bone bisa makin aktif. Bukan cuma soal mutu layanan primer, tapi juga mendorong percepatan program prioritas daerah. Khususnya, ya, soal stunting dan gizi buruk yang masih jadi pekerjaan rumah besar.
Artikel Terkait
Suami di Minahasa Utara Ancam Istri dengan Senapan Angin, Polisi Amankan Pelaku dalam 15 Menit
Kakek 72 Tahun Jadi Buronan 7 Bulan Usai Aniaya Majikan hingga Jari Putus karena Masalah Upah
Polisi Bongkar Penimbunan 1.575 Liter Pertalite di Probolinggo, Tujuh Tersangka Diamankan
ASDP Alihkan Operasional Penyeberangan Pelabuhan Bajoe Selama Pembangunan Dermaga