ASDP Alihkan Operasional Penyeberangan Pelabuhan Bajoe Selama Pembangunan Dermaga

- Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB
ASDP Alihkan Operasional Penyeberangan Pelabuhan Bajoe Selama Pembangunan Dermaga

MURIANETWORK.COM – Ada angin segar berembus dari arah Pelabuhan Bajoe. Sabtu lalu, tepatnya 25 April 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyambangi Bupati Bone. Bukan sekadar silaturahmi biasa, mereka datang dengan membawa rencana besar: pengalihan operasional penyeberangan. Rencananya, ini bakal berlangsung dari 1 Mei sampai 1 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, tampak hadir Eksekutif Direktur ASDP Regional 4, Syamsuddin, ditemani GM ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu. Mereka duduk satu meja dengan jajaran pemerintah daerah, membahas masa depan pelabuhan yang selama ini jadi urat nadi transportasi di sana.

Pokok pembicaraannya cukup serius. Soal rencana pembangunan Pelabuhan Bajoe, termasuk peningkatan dan perbaikan fasilitas. Bukan cuma itu, sarana penunjang juga ikut dibahas. Intinya, mereka ingin pelabuhan ini lebih baik, lebih modern, dan tentu saja lebih nyaman buat pengguna jasa.

Di sisi lain, ada satu permintaan yang disampaikan Anom Sedayu. Ia memohon dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bone. Terutama terkait rencana peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Bajoe. Soalnya, tanpa dukungan daerah, rencana sebesar ini bakal berat jalannya.

Nah, selama proses pembangunan dan perbaikan itu berlangsung, operasional penyeberangan untuk sementara akan dialihkan. Tujuannya? Lintasan Siwa–Kolaka. Perkiraan waktu yang dibutuhkan maksimal satu bulan. Lumayan singkat, sih, tapi tetap saja butuh persiapan matang.

“Kami juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan dan pengembangan layanan serta fasilitas di Pelabuhan Bajoe,” ujar Anom, nada bicaranya serius tapi tetap bersahaja.

Menanggapi hal itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyambut baik. Ia bahkan menekankan pentingnya koordinasi yang intensif. Menurutnya, jangan sampai pengalihan operasional ini malah bikin repot masyarakat. Apalagi yang sehari-hari bergantung pada jasa penyeberangan dan distribusi logistik. Bisa kacau kalau tidak diatur dengan baik.

“Kita berharap ke depan, Pelabuhan Bajoe terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat konektivitas antarwilayah,” kata bupati, dengan optimisme yang terasa jelas.

Jadi, dengan rencana ini, semua pihak berharap proses peningkatan infrastruktur pelabuhan bisa berjalan mulus. Tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semoga saja, semua berjalan sesuai rencana. (kar)

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar