Indonesia Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Praka Rico Akibat Serangan Israel di Lebanon

- Sabtu, 25 April 2026 | 12:30 WIB
Indonesia Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Praka Rico Akibat Serangan Israel di Lebanon

JAKARTA – Proses pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur di Lebanon selatan, tengah dikoordinasikan. Pemerintah Indonesia berkomunikasi langsung dengan UNIFIL untuk memastikan semuanya berjalan cepat. Juga, penuh penghormatan.

Praka Rico meninggal dunia setelah dirawat hampir sebulan di sebuah rumah sakit di Beirut. Luka yang dideritanya berat akibat ledakan artileri tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr. Kejadiannya akhir Maret 2026 lalu.

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, memberikan keterangan pada Sabtu (25/4/2026). Katanya, pemerintah terus menjalin koordinasi dengan UNIFIL. Tujuannya satu: repatriasi jenazah bisa dilakukan segera dan penuh penghormatan.

Di sisi lain, Indonesia juga menyuarakan kecaman. Keras. Vahd menegaskan, serangan terhadap prajurit pemelihara perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Bahkan, bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia,” ujar dia dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, sejak insiden itu terjadi, koordinasi dengan UNIFIL terus dilakukan. Intensif. Pemerintah Lebanon dan tim medis di Beirut juga sudah dilibatkan. Penanganan medis, kata dia, sudah dilakukan secara cepat dan optimal.

“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” ungkapnya.

Nah, dari sini, Indonesia mendesak PBB. Bukan main-main. Investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel harus segera dilakukan. Tujuannya jelas: mengungkap fakta, memastikan ada pertanggungjawaban. Soal keselamatan peacekeepers, bagi Indonesia, itu harga mati. Tidak bisa ditawar.

“Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan,” tegasnya.

Termasuk, katanya lagi, melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan. Juga penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar