PSM Makassar Rekrut Striker Serbia dengan Cara Tak Biasa

- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:30 WIB
PSM Makassar Rekrut Striker Serbia dengan Cara Tak Biasa
PSM Makassar Rekrut Striker Serbia Secara Diam-diam

MAKASSAR Menjelang putaran kedua Super League 2025/2026, PSM Makassar kembali berulah. Kali ini, mereka melakukan sebuah manuver yang nyaris tak terdengar. Tanpa hiruk-pikuk rumor atau sorotan media yang berlebihan, manajemen Juku Eja ternyata sudah menyelesaikan proses perekrutan seorang penyerang asing baru. Langkah mereka cepat, rapi, dan yang paling mengejutkan sangat tertutup.

Biasanya kan, klub-klub di Indonesia itu suka banget dengan drama transfer yang berlarut-larut. Spekulasi menyeruak, nama-nama berganti, baru akhirnya ada pengumuman resmi. Tapi PSM memilih jalur yang berbeda sama sekali. Mereka bergerak dalam kesunyian, langsung ke urusan administrasi, sampai akhirnya nama pemain itu muncul begitu saja di daftar resmi liga.

Dan siapa pemain misterius itu? Ternyata Luka Cumic, seorang striker asal Serbia. Keberadaannya sebagai pemain PSM dikonfirmasi via laman resmi I.League pada Minggu, 25 Januari 2026. Data di sana menunjukkan Cumic sudah sah menjadi bagian dari skuad untuk paruh musim kompetisi nanti.

Reaksinya? Tentu saja kejutan. Bahkan bagi para pendukung fanatik sekalipun. Nyaris nol informasi yang beredar sebelumnya yang mengaitkan pemain Serbia ini dengan Makassar. Manajemen PSM benar-benar menutup rapat-rapat proses negosiasi ini, sebuah langkah yang cukup jarang terjadi di kancah sepak bola tanah air.

Di PSM, Cumic akan mengenakan nomor punggung 99. Posturnya yang menjulang, 190 cm, langsung menjadi bahan pembicaraan. Harapannya jelas: dia bisa memberikan dimensi baru di lini depan Juku Eja. Sepanjang putaran pertama, serangan PSM sering dikritik karena kurang tajam dan kerap menyia-nyiakan peluang emas.

Nilai pasarnya, menurut Transfermarkt, sekitar Rp6,08 miliar. Angka itu bukan main-main. Ini menunjukkan PSM tidak cuma cari pemain asal jadi, tapi mengincar sosok yang diharapkan bisa memberi pengaruh nyata dalam persaingan ketat Super League musim ini.

Tapi, kalau kita tilik statistiknya, ada sedikit tanda tanya. Performa Cumic di klub terakhirnya, Radnik Bijeljina, tidak bisa dibilang mentereng. Dari 18 penampilan, ia hanya mencetak empat gol dan sekali assist. Catatan yang cukup biasa saja untuk seorang striker bayaran mahal.

Beberapa pengamat pun mulai mempertanyakan. Apakah Cumic ini solusi yang tepat untuk masalah kebuntuan gol PSM? Tampaknya manajemen punya pertimbangan lain. Postur tubuhnya yang besar, pengalaman bermain di Eropa, dan potensi adaptasinya dengan gaya permainan PSM mungkin jadi alasan utama mereka mendatangkannya. Mereka melihat sesuatu yang mungkin belum terlihat di statistik kering tadi.

Di sisi lain, kehadiran Cumic ini jelas sebuah sinyal. Sinyal bahwa PSM serius mengevaluasi performa jeblok di putaran pertama. Produktivitas yang kurang maksimal di lini depan memaksa mereka mencari figur baru; seorang target man yang bisa jadi ujung tombak sekaligus pembuka ruang bagi para gelandang dan sayap.

Dengan Cumic di kotak penalti, variasi serangan PSM diharapkan bisa lebih kaya. Umpan-umpan silang dari sayap, atau skema bola mati, punya potensi lebih berbahaya sekarang. Tinggal bagaimana tim menyuplai bola ke dirinya.

Langkah senyap PSM ini, mau tidak mau, membuat kita mengacungi jempol. Mereka memilih bekerja dalam diam, fokus pada eksekusi, bukan pencitraan. Tanpa gembar-gembor, Juku Eja sudah mengamankan pemain yang mereka anggap tepat. Sekarang, tinggal bukti di lapangan.

Nah, yang menarik sekarang adalah bagaimana adaptasi Luka Cumic nanti. Bisakah striker Serbia itu menjawab segala tanda tanya dan menjadi pahlawan yang dibutuhkan oleh lini depan PSM? Itu pertanyaan besar bagi tim kebanggaan Sulawesi Selatan ini. Semuanya akan terjawab seiring bergulirnya putaran kedua. Kita tunggu saja.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar