Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi berat kepada PSM Makassar menyusul kericuhan yang mewarnai laga Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung. Insiden yang terjadi di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada 17 Mei 2026 itu berujung pada hukuman larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton sebanyak dua laga serta denda finansial yang mencapai Rp380 juta.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 282/L1/SK/KD-PSSI/V/2026 yang dirilis pada Rabu, 10 Juni 2026. Dalam dokumen itu, Komdis PSSI mengidentifikasi setidaknya lima pelanggaran serius yang dilakukan oleh suporter tuan rumah. Aksi tersebut mencakup penyalaan flare dan petasan dalam jumlah besar, invasi ke lapangan, penyerangan terhadap pemain Persib Bandung, serta tindakan pencurian dan penjarahan selama pertandingan berlangsung.
“Merujuk kepada pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, maka: Klub PSM Makassar diberikan sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak 2 (dua) pertandingan saat menjadi tuan rumah, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada musim 2026/2027,” demikian bunyi salinan surat keputusan yang dikutip dari akun resmi PSM di Instagram.
Selain larangan kehadiran penonton, PSM juga harus membayar sejumlah denda dengan rincian yang bervariasi. Sebesar Rp250 juta dibebankan akibat penyalaan flare dan petasan oleh suporter dari beberapa tribun. Sementara itu, denda Rp30 juta dikenakan karena pelemparan air minum ke arah Tribun Barat dan Official Area. Invasi suporter ke lapangan membuat klub harus merogoh kocek tambahan Rp60 juta.
Di sisi lain, insiden penyerangan dan pencurian yang terjadi di dalam stadion turut mendatangkan sanksi denda sebesar Rp40 juta. Akumulasi seluruh hukuman finansial tersebut mencapai Rp380 juta angka yang tentu menjadi beban tambahan bagi manajemen Pasukan Ramang di tengah keterbatasan finansial yang mereka hadapi.
Menanggapi putusan tersebut, manajemen PSM melalui unggahan resmi mengajak seluruh pendukung klub untuk bersama-sama menjaga nama baik tim. Mereka menekankan pentingnya mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan berharap dukungan suporter tetap positif demi kemajuan PSM ke depan.
“Kejadian ini sudah seharusnya menjadi bahan refleksi kita bersama untuk saling introspeksi diri dan berbenah menatap musim yang akan datang. Mari jadikan stadion tempat yang aman dan nyaman untuk siapapun. Mari ki’ saling baku jaga!,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan PSM Makassar.
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026 Dimulai: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen, Jadwal 24 Laga Fase Grup Dirilis
Inggris Hancurkan Kosta Rika 3-0, Tuchel Puji Kesiapan Tim Jelang Piala Dunia 2026
Madura United Gaet Legenda Persib Hilton Moreira sebagai Analis Tim untuk Musim 2026/2027
Wasit Terbaik Afrika 2026 Ditolak Masuk AS Saat Hendak Pimpin Piala Dunia, Pemerintah Trump Sebut Terkait Teroris