Pemkot Surabaya Turun Tangan Tangani Dugaan Eksploitasi Anak oleh Ayah Kandung

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:55 WIB
Pemkot Surabaya Turun Tangan Tangani Dugaan Eksploitasi Anak oleh Ayah Kandung

Kisah seorang ibu di Surabaya yang berjuang merebut kembali anaknya dari mantan suami menjadi sorotan publik. Agustin Arimardika (33) atau yang akrab disapa Ayu mengaku belum bertemu putrinya yang berinisial A (5) sejak awal Maret 2026, setelah anaknya dibawa oleh mantan suaminya, Sunardi. Ia menduga anaknya dieksploitasi oleh ayahnya sendiri, dan dugaan ini pun viral di media sosial.

Dalam unggahannya, Ayu menyebut anaknya tidak lagi bersekolah, diduga hidup berpindah-pindah, dan bahkan disebut-sebut mengemis di sejumlah lokasi di Surabaya. Kisah ini menarik perhatian banyak pihak, hingga akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Ayu menceritakan, ia bercerai dari Sunardi pada 2024 setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pada awal Maret 2026, Sunardi meminta izin untuk mengajak A menginap selama libur akhir pekan. Namun, saat Ayu hendak menjemput anaknya pada hari Senin untuk kembali bersekolah, Sunardi menolak menyerahkan A.

"Saya nggak mau, kan sudah bukan suami istri. Saya nggak mau saya diusir, nggak usah jemput, katanya itu anaknya juga. Saya bilang masih kalem, ini waktunya sekolah, kalau libur bisa dibawa lagi. Nggak saya larang untuk ketemu. Awal mulanya seperti itu," cerita Ayu, Sabtu (1/8/2026).

Dua pekan kemudian, Ayu mendatangi Pasar Keputran setelah mendapat informasi dari adik mantan suaminya tentang kondisi A. Ia mengaku mendapat cerita yang memprihatinkan.

"Adiknya bilang 'mbak susulen ae anake sampean, aku kok sakno, anake samean nggak keramut nang kene. Wayahe makan nggak makan, wayahe mandi nggak mandi. Ayahe fokus HP terus' (mbak jemputen saja anakmu, aku kasihan, anakmu tidak terawat di sini. Waktunya makan nggak makan, waktunya mandi nggak mandi. Ayahnya fokus HP terus). Sampai keluarganya di Keputran risih, anaknya nggak direken," ujarnya.

Namun, upaya Ayu untuk mengambil anaknya berakhir gagal. Ia mengaku dipukul, diludahi, hingga disiram air oleh mantan suaminya.

"Saya ke Pasar Keputran ambil. Nggak dibolehi, saya diajak cekcok, saya dipukuli, diludahi muka saya, saya disiram air. Maret dua hari sebelum puasa. Akhirnya nihil, soalnya saya datang sendiri, nggak bisa bawa anak saya. Uang saya di tas juga hilang, tas saya direbut Sunar, resleting juga buka. Nggak bisa bawa anak saya, akhirnya pulang nangis sejadi-jadinya. Saya nggak kontak," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya bergerak cepat. Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak dan mencari kebenaran informasi terkait dugaan eksploitasi anak.

"Tadi malam kami klarifikasi dengan teman-teman Polres terkait berita bahwa ada anak yang dieksploitasi oleh bapaknya untuk mengemis, untuk mengamen," kata Ida saat berkunjung ke rumah anak tersebut di kawasan Dinoyo, Jumat (31/7/2026).

Ida mengungkapkan, timnya telah bertemu langsung dengan Sunardi dan anaknya A. Hasilnya, anak tersebut dalam kondisi diasuh dengan baik oleh ayahnya.

"Alhamdulillah kami sudah ketemu dengan anaknya dan anaknya dalam kondisi baik-baik saja dalam pengasuhan bapaknya," ujarnya.

Pemkot Surabaya juga telah meminta keterangan dari Ayu selaku ibu kandung. Namun, hingga kini bukti yang mendukung tuduhan eksploitasi tersebut belum dapat ditunjukkan.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti itu. Termasuk teman-teman Polres tadi malam juga menunggu bukti dari yang disampaikan ibunya," tegasnya.

"Jadi, sampai saat ini belum ada klarifikasi kebenaran dari apa yang disampaikan oleh ibunya," katanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags