Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam rapat kabinet di Camp David, Maryland, Jumat (31/7) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dan mengancam akan menghantam negara itu dengan sangat keras.
"Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan," ujar Trump di hadapan para menterinya. Ancaman ini muncul setelah gencatan senjata singkat antara kedua negara berakhir dan pertempuran kembali berkobar.
Trump juga menegaskan tekadnya untuk memenangkan perang melawan Iran, yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. "Sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Ancaman terbaru ini disampaikan di tengah laporan media AS bahwa Trump sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran terhadap Iran, termasuk pada target infrastruktur energi Teheran. Serangan tersebut diperkirakan dapat terjadi paling cepat akhir pekan ini.
Konflik yang telah berlangsung lebih dari lima bulan ini tampaknya belum akan berakhir. Aksi saling serang yang kembali berlanjut menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih jauh dari kata damai.
Artikel Terkait
Trump Manfaatkan Krisis Migran Ceuta untuk Serangan Politik ke Demokrat
Siaran Langsung Pidato Prabowo Terputus Saat Bahas Kemungkinan Perlombaan Senjata Nuklir
Trump Setujui Serangan Baru ke Iran, Bisa Dimulai Akhir Pekan Ini
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Arab dan Israel jika AS-Israel Lanjutkan Agresi