Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa gerakan pemilahan sampah di ibu kota kini telah menjangkau hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Hal ini menyusul diterbitkannya Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengelolaan sampah.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menjawab pertanyaan mengenai implementasi Ingub tersebut, termasuk kemungkinan evaluasi atau sanksi bagi korporasi yang tidak menjalankan aturan. Menurut dia, kebijakan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, ia mengaku melihat langsung berbagai inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan warga di sejumlah wilayah Jakarta.
“Jadi, Ingub sampah ini, Nomor 5 Tahun 2026, disambut luar biasa dari masyarakat. Bahkan masyarakat sekarang ini dengan berbagai inovasi melakukan hal-hal yang di luar dugaan saya. Termasuk di Jakarta Barat, Jakarta Timur, saya sudah lihat fisik. Kemarin kebetulan saya juga ke Ciangir,” kata Pramono di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).
Pramono meyakini implementasi Ingub tersebut dapat membantu mengurangi persoalan sampah di Jakarta, khususnya dalam menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Ia menjelaskan, sampah yang dikirim ke Bantargebang ditargetkan hanya berupa residu atau sampah yang tidak dapat diolah kembali.
“Jadi saya meyakini dengan Ingub itu mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta, sejak tanggal 1 Agustus ini timbunan ke Bantar Gebangnya kan residu, sampai dengan tahun 2029. Saya meyakini dengan perkembangan yang ada, alhamdulillah support dukungannya luar biasa,” ujarnya.
Pramono menambahkan, dukungan masyarakat terhadap program pemilahan sampah terus meningkat. Gerakan tersebut kini telah berjalan hingga ke lingkungan paling bawah. “Dan sekarang ini gerakan pilah sampah sudah sampai dengan RT/RW,” lanjut dia.
Ia mengaku telah beberapa kali bertemu langsung dengan para ketua RT dan RW yang terlibat dalam gerakan tersebut. Pramono pun memberikan apresiasi atas partisipasi warga dalam upaya pengelolaan sampah dari sumbernya. “Dan beberapa kali saya bertemu dengan RT/RW secara langsung memberikan apresiasi,” kata Pramono.
Selain membahas soal sampah, Pramono juga menyinggung kunjungannya ke kawasan Ciangir, Tangerang, yang tengah dipersiapkan menjadi pusat pengembangan ketahanan pangan milik Pemprov DKI Jakarta. “Termasuk kemarin kami di Ciangir yang akan kita bangun dalam skala yang besar untuk ketahanan pangan Jakarta. Di sana akan ada kurang lebih 5 ribu sapi, kemudian ada ternak yang lain, ayam, unggas, dan sebagainya. Itu yang kami lakukan,” ucapnya.
Sebelumnya, Pramono bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7). Dalam kunjungan itu, keduanya melihat fasilitas Pusat Olahan Organik (POO) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Ciangir. Mereka meninjau pengolahan sampah organik dengan maggot, budidaya lele, peternakan bebek dan ayam, hingga peternakan sapi.
Pramono menjelaskan, dari total hampir 100 hektare lahan yang dimiliki DKI Jakarta di Ciangir, sekitar 40 hektare akan dikelola Dinas Lingkungan Hidup (LH), 20 hektare oleh BUMD Dharma Jaya, sementara sebagian lainnya digunakan sebagai kontribusi kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk kawasan lapas.
“Tempat ini sepenuhnya bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantar Gebang, sama sekali enggak. Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan, apakah itu sapi, apakah itu ikan, apakah itu ayam, dan pertanian yang lebih luas tentunya jagung, padi, dan sebagainya,” kata Pramono kepada wartawan.
Menurut Pramono, pengembangan kawasan ini akan memperkuat pasokan pangan Jakarta dan Banten. Sementara itu, Dharma Jaya akan membangun kawasan peternakan sapi dengan investasi hampir Rp 1 triliun yang ditargetkan mulai dikerjakan pada November mendatang. Pramono menyebut kawasan peternakan itu nantinya mampu menampung hingga 5 ribu ekor sapi untuk membantu menjaga pasokan daging di Jakarta.
Artikel Terkait
Pramono Soroti Pagar Tinggi di Mal, Khawatir Jakarta Dicitrakan Tidak Aman
Pramono Anung Buka Turnamen Tenis Piala Gubernur 2026, Targetkan Jakarta Jadi Pusat Sport Tourism
Pramono Akan Bongkar Pagar Mal Demi Hilangkan Kesan Jakarta Tak Aman
Pemprov DKI Akan Umumkan Identitas Pembuang Sampah Ilegal