15.349 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, Makkah Route Mulai Dioperasikan

- Sabtu, 25 April 2026 | 13:30 WIB
15.349 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, Makkah Route Mulai Dioperasikan

Jakarta - Musim haji tahun ini mulai bergerak. Puluhan ribu jemaah Indonesia sudah diberangkatkan ke Arab Saudi. Hingga 23 April 2026, tercatat 15.349 orang dari 40 kloter telah terbang menuju Tanah Suci. Prosesnya? Berjalan tertib, kata pihak penyelenggara.

Sebagian dari mereka tepatnya 9.884 jemaah dari 25 kloter sudah tiba di Madinah. Mereka masuk dalam gelombang awal. Yang menarik, tahun ini ada layanan baru yang bikin perjalanan lebih mulus: Makkah Route.

Operasional mulai berjalan sejak 22 April 2026. Jemaah berangkat dari beberapa embarkasi: Soekarno-Hatta di Jakarta, Adi Soemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Semua penerbangan mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Lumayan jauh, tapi setibanya di sana, mereka nggak perlu repot.

Soalnya, lewat skema Makkah Route, urusan administrasi kayak imigrasi, visa, sampai pemeriksaan kesehatan udah beres di Indonesia. Begitu mendarat, jemaah langsung diarahkan ke bus. Nggak ada antrean imigrasi. Bayangkan, setelah berjam-jam di pesawat, itu pasti melegakan.

Layanan ini juga mencakup perekaman biometrik, visa elektronik, dan pemeriksaan kesehatan. Bahkan bagasi mereka langsung dikirim ke penginapan di Arab Saudi. Jadi, nggak perlu repot bawa koper besar-besar keluar bandara.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, ngapresiasi hal ini. Menurut dia, dampaknya signifikan buat kenyamanan jemaah.

“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu (23/4/2026).

Dia nambahin, inovasi ini bagian dari transformasi layanan haji. Biar lebih efektif dan manusiawi, katanya.

“Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah,” ucapnya.

Program Makkah Route sendiri nggak berdiri sendiri. Ini hasil kerja sama lintas kementerian dan lembaga di Arab Saudi. Harapannya, efisiensi dan kualitas layanan buat jemaah Indonesia terus meningkat. Ya, semoga aja tahun depan makin baik lagi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar