Iran kembali menjadi sorotan. Pada Sabtu (25/4) waktu setempat, otoritas di sana mengeksekusi mati seorang pria. Tuduhannya berat: menjalankan "misi" untuk badan intelijen Israel, Mossad. Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang unjuk rasa yang meluas di negara tersebut pada Januari lalu.
Ini bukan kasus pertama. Eksekusi mati belakangan ini marak terjadi di Iran, terutama sejak perang panas melawan Amerika Serikat dan Israel mulai berkecamuk. Suasananya memang sedang tidak baik-baik saja.
Menurut laporan Mizan Online, situs resmi otoritas kehakiman Iran yang dikutip oleh AFP, pria itu bernama Erfan Kiani. Mereka menyebutnya sebagai salah satu "agen utama". Katanya, dia ditugaskan langsung oleh Mossad saat kerusuhan di Provinsi Isfahan, yang terletak di bagian tengah Iran, awal tahun ini.
Isi tuduhannya panjang. Mizan Online merincikan bahwa Kiani dituduh melakukan "perusakan properti publik dan swasta, pembakaran, kepemilikan dan penggunaan bom molotov, membawa senjata tajam, memblokir jalur kendaraan, menyerang petugas, dan menciptakan ketakutan di antara warga".
Dia dihukum gantung pada hari yang sama, Sabtu itu juga. Vonis matinya sudah diperkuat oleh Mahkamah Agung Iran. Prosesnya cepat, tanpa banyak celah.
Di sisi lain, ini bukan satu-satunya eksekusi akhir-akhir ini. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (23/4), seorang pria lain juga digantung. Hukumannya mati karena terbukti menjadi anggota kelompok oposisi yang dilarang di Iran. Dua eksekusi dalam sepekan sebuah pengingat bahwa situasi di sana masih sangat panas.
Artikel Terkait
Ketua DPRD Magetan Ditahan Kejaksaan atas Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp335,8 Miliar
Kemendagri Siapkan Rp1 Triliun Insentif bagi 500 Pemda Berprestasi
Pemprov DKI Tangkap 10,1 Ton Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta
Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Misi Perdamaian PBB