Harga Cabai dan Bawang Meroket, Pasar Pangan Panas di Akhir Pekan

- Minggu, 14 Desember 2025 | 11:25 WIB
Harga Cabai dan Bawang Meroket, Pasar Pangan Panas di Akhir Pekan

Minggu ini, pasar pangan nasional kembali bergerak. Tak seperti beberapa hari sebelumnya, akhir pekan ini justru diwarnai kenaikan harga untuk sebagian besar komoditas utama. Pergerakannya cukup signifikan, terutama untuk beberapa jenis bumbu dapur yang harganya melesat.

Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia mencatat lonjakan yang cukup mencolok. Bawang merah, misalnya, meroket 8,12 persen ke level Rp53.250 per kilogram. Bawang putih juga ikut naik, meski lebih tipis, sekitar 0,88 persen menjadi Rp40.050 per kg.

Namun begitu, yang paling terasa mungkin adalah harga cabai. Semua jenisnya merangkak naik. Cabai merah keriting dijual rata-rata Rp65.000 per kg setelah naik 3,34 persen. Sementara itu, cabai rawit baik merah maupun hijau mengalami kenaikan di atas 10 persen. Cabai rawit merah bahkan menyentuh Rp80.350 per kg. Bisa dibayangkan betapa pedasnya angka ini bagi ibu-ibu rumah tangga.

Di sisi lain, kenaikan juga terjadi pada bahan pokok lain. Daging ayam ras naik 2,1 persen, gula pasir lokal dan minyak goreng naik tipis. Telur ayam ras pun ikut merangkak naik 0,77 persen. Hampir semua kebutuhan sehari-hari terpantau mengalami kenaikan.

Tapi tenang, tidak semuanya berwarna merah. Ada juga penurunan harga, walau hanya untuk beberapa komoditas. Daging sapi kualitas I, contohnya, turun sedikit 0,35 persen menjadi Rp140.550 per kg. Daging sapi kualitas II juga turun, meski persentasenya sangat kecil.

Sementara itu, untuk beras, situasinya beragam. Beberapa kualitas justru stagnan. Beras kualitas medium I masih bertahan di Rp15.850, dan beras kualitas super I dan II juga tak bergerak. Ini setidaknya memberi sedikit kelegaan di tengah kenaikan di mana-mana.

Secara keseluruhan, akhir pekan ini pasar pangan memang cukup dinamis. Kenaikan harga, terutama pada bumbu dapur, menjadi catatan tersendiri jelang penutupan tahun 2025.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar