Tim Nasional Indonesia U-17 untuk sementara mampu menahan gempuran China U-17 pada babak pertama laga perdana Grup B Piala Asia U-17 2026. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa malam, 5 Mei 2026, itu ditutup dengan skor kacamata alias 0-0. Hasil imbang ini terbilang cukup positif bagi skuad Garuda Asia, mengingat sepanjang 45 menit pertama mereka nyaris tak henti ditekan oleh lawan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, China langsung mengambil inisiatif serangan. Beberapa kali mereka mengancam gawang Indonesia, namun barisan pertahanan tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tampil solid dan disiplin. Beruntung, lini belakang Garuda Asia bekerja dengan sangat baik sehingga sejumlah peluang yang diciptakan China pada akhirnya tidak berbuah gol.
Memasuki menit ke-30, tekanan dari China semakin intens. Meski terus terdesak, Indonesia beberapa kali mencoba memberikan perlawanan balik, meskipun belum mampu menciptakan peluang berbahaya. Statistik babak pertama mencatat, Indonesia hanya melepaskan satu tembakan dan itu pun tidak mengarah ke gawang. Sebaliknya, China sudah melepaskan lima tembakan dengan satu di antaranya tepat sasaran.
Dominasi China tidak hanya terlihat dari jumlah percobaan ke gawang. Hingga menjelang turun minum, mereka tercatat telah melakukan sepuluh kali tendangan sudut. Angka tersebut menjadi bukti betapa kerasnya gempuran yang harus dihadapi lini pertahanan Indonesia. Namun, hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor 0-0 tetap bertahan.
Dalam laga ini, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menurunkan formasi 4-3-3 dengan Mike Rajasa sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi oleh Matthew Baker, Pandu Aryo, Farik Rizqi, dan Peres Akwila Tjoe. Sementara itu, lini tengah dipercayakan kepada Farrel Luckyta, Noha Pohan, serta Fardan Farras. Tiga penyerang yang diandalkan adalah Dava Yunna, Chico Jericho, dan Ichiro Akbar.
Bangku cadangan masih menyimpan sejumlah nama seperti Abdillah, Noah, Zidane, Arbi, Ekayana, Alfredo, Girly, Keanu, Miraj, Ridho, Fardan Ary, dan Sean. Seluruh pemain dan tim pelatih berharap babak kedua dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki serangan dan keluar dari tekanan China.
Artikel Terkait
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB
LPSK Turun Tangan Tangani Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 13 Permohonan Perlindungan Masuk
Roy Suryo Pamerkan Amplop Berisi Uang Pemberian Rismon Sianipar di Acara TV
Topi Merah Terima Somasi Kedua dari Ahli Forensik Rismon soal Klaim Kejanggalan Ijazah Jokowi