Malam Jumat di Istora Senayan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bicara soal bencana. Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, rupanya menyentuh ingatannya yang lama. Ia mengaku paham betul perasaan korban di sana. Kenapa? Pengalaman pribadi.
"Saya sebagai orang daerah yang pernah merasakan bencana," ujarnya.
"Saya kan waktu SD itu pernah bencana gunung api meletus tahun '88. Jadi saya dapat memahami perasaan saudara-saudara kita di sana."
Dari situlah, menurut Bahlil, seharusnya tidak ada ruang untuk polemik. Yang diperlukan sekarang justru sebaliknya: gotong royong. Semua pihak diajaknya untuk bahu-membahu menolong mereka yang terdampak.
Lalu, apa yang sudah dilakukan Golkar? Bahlil menyebut langkah konkret sudah dijalankan. Bantuan dikirim. Para kadernya di DPR dari dapil Sumatera, khususnya tiga wilayah terdampak, sudah turun ke lapangan.
"DPRD-DPRD Partai Golkar kabupaten/kota, provinsi, dan seluruh anggota DPR-nya dengan bupati/wali kota dari Golkar, semua turun kerja bahu-membahu," jelasnya.
"Dan ini DPR RI juga ada membuka sumbangan, kita turun juga. DPP juga."
Fokus pada Infrastruktur
Di sisi lain, Bahlil yang juga menjabat Menteri ESDM ini menyoroti perbaikan infrastruktur. Pemerintah, katanya, memastikan pekerjaan ini dilakukan dengan baik. Salah satu prioritasnya adalah pemulihan listrik.
Ia memastikan aliran listrik di daerah bencana akan hidup kembali paling lambat Sabtu ini. "Jadi semuanya, infrastruktur semua kita lakukan dengan baik," imbuh Bahlil.
Pesan penutupnya tegas: ini bukan cuma persoalan regional. "Ini bukan persoalan Sumut, Sumbar, dan Aceh, tapi ini persoalan kita semua," tandasnya. Sebuah ajakan untuk solidaritas yang lahir dari kenangan seorang anak SD yang pernah merasakan amuk alam.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar