Kepala Bappisus Buka Suara soal Anggaran Makan Bergizi Gratis: Semua Sudah Terhitung Matang, Tak Perlu Khawatir

- Sabtu, 25 April 2026 | 13:40 WIB
Kepala Bappisus Buka Suara soal Anggaran Makan Bergizi Gratis: Semua Sudah Terhitung Matang, Tak Perlu Khawatir

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, atau Bappisus, Aris Marsudiyanto, akhirnya buka suara. Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ramai diperbincangkan bahkan sampai viral. Banyak yang mengkritik, tapi Aris punya pendapat lain.

Menurut dia, semua angka yang digelontorkan sudah diperhitungkan matang. Tidak ada yang asal-asalan, katanya.

"Nggak ada (ugal-ugalan), semuanya sudah dihitung ya diukur dengan baik, dimasak dengan baik, digodok dengan baik, dikoordinasikan dengan semua stakeholder," ujar Aris kepada wartawan. Pernyataan itu disampaikan di sela-sela acara APPMBGI National Summit, Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026).

Ia pun menegaskan, seluruh biaya untuk MBG sudah terencana rapi. Masyarakat, kata dia, tidak perlu khawatir.

"Jadi semua biaya MBG itu semuanya sudah ya terencana ya, jadi tidak usah khawatirlah," tambahnya.

Di sisi lain, Aris juga memastikan Bappisus terus mengawasi jalannya program. Jika ada penyelewengan, mereka siap turun tangan.

"Kalau ada penyelewengan-penyelewengan ada yang tidak benar kita selalu mengawasi, yang tidak baik kita tindak, yang tidak benar ya kita bereskan semuanya, ya kita tertibkan. Karena ini program ini luar biasa, kita sudah 60-an juta lebih dalam tempo kurang lebih satu tahun lebih sedikit ya, sementara Brazil saja ya itu perlu 11 tahun untuk 40 juta penerima manfaat," jelasnya.

Nah, soal sorotan publik memang belakangan ini ramai. Beberapa pos anggaran BGN dianggap terlalu tinggi. Mulai dari pengadaan motor listrik, kaus kaki, sampai yang paling anyar: anggaran untuk zoom meeting dengan nominal yang bikin banyak orang mengernyitkan dahi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar