Jakarta – Infrastruktur logistik nasional yang timpang disebut-sebut jadi salah satu ganjalan serius buat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan perkara sepele, soalnya ini menyangkut distribusi pangan dari Sabang sampai Merauke.
Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, bilang perbedaan akses logistik antar daerah itu bisa bikin pasokan bahan baku MBG goyah. Menurut dia, kalau perencanaannya asal-asalan, lonjakan kebutuhan pangan justru bikin rantai pasok di beberapa wilayah makin tertekan.
“Distribusi pangan kita belum merata. Ada daerah yang melimpah, tapi ada juga yang hampir tiap tahun kekurangan. Nah, saat permintaan naik secara nasional, ketimpangan ini bakal makin kerasa,” ujarnya di sela acara APPMBGI Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Dia lalu nambahin, masalahnya bukan cuma soal ada atau tidaknya bahan pangan. Lebih dari itu, efisiensi distribusi, biaya logistik yang membengkak, sampai kesiapan gudang penyimpanan dan armada transportasi juga ikut main peran. Semua itu saling terkait, kayak rantai yang kalau putus satu, amburadul semuanya.
Dari sisi operasional, Abdul Rivai menekankan peran Perum Bulog jadi krusial. Menurutnya, keseimbangan pasokan nasional harus dijaga. Caranya? Integrasi antara cadangan pangan pemerintah dan jaringan pemasok lokal perlu diperkuat. Tujuannya biar distribusi bahan baku MBG nggak mengganggu kebutuhan pokok masyarakat umum.
Di sisi lain, soal keamanan dan kualitas pangan juga nggak boleh dilupakan. Kementerian Kesehatan sudah mengingatkan pentingnya standar higienitas dan sanitasi di seluruh rantai distribusi. Apalagi di daerah-daerah yang fasilitasnya pas-pasan, ini tantangan sendiri.
Menurut Abdul Rivai, program MBG sejatinya bukan cuma intervensi sosial. Ia bagian dari ekosistem ekonomi yang ngelibatin banyak sektor: petani, nelayan, sampai pelaku UMKM. Makanya, ketahanan logistik jadi faktor kunci. Kalau sampai program ini bikin distorsi pasar di tingkat lokal, ya repot juga.
“APPMBGI mendorong penguatan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan infrastruktur logistik nasional. Upaya ini penting agar program MBG bisa berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
All Cipayung Nusantara Minta Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Digelar Terbuka
Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan dan Energi demi Kemandirian Bangsa
Trump Ancam Serang Iran Habis-habisan Jika Tak Segera Capai Kesepakatan Damai
Erick Thohir Sambut Shin Tae-yong di Persija: Kehadirannya Dongkrak Level Liga 1