Green Power Gelar RUPSLB Awal 2026, Diduga Kaitkan Deportasi Dirut

- Minggu, 14 Desember 2025 | 19:25 WIB
Green Power Gelar RUPSLB Awal 2026, Diduga Kaitkan Deportasi Dirut

PT Green Power Group Tbk (LABA) baru saja merilis pengumuman penting. Perusahaan itu akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB. Tanggalnya sudah ditetapkan: Selasa, 20 Januari 2026.

Pengumuman resmi dari manajemen Green Power itu beredar pada Minggu (14/12/2025).

"Dengan ini diumumkan kepada para pemegang saham bahwa perseroan akan mengadakan RUPSLB pada hari Selasa, tanggal 20 Januari 2026," begitu bunyi pernyataan mereka.

Nah, bagi pemegang saham yang ingin hadir, ada syaratnya. Mereka harus tercatat sebagai pemilik saham LABA paling lambat 29 Desember 2025 mendatang. Hak untuk mengusulkan topik rapat juga tetap berlaku.

Meski jadwal sudah keluar, materi apa yang akan dibahas dalam rapat itu masih menjadi tanda tanya. Belum ada pengungkapan resmi dari perusahaan. Tapi, banyak yang menduga kuat rapat ini berkaitan dengan pergantian direksi.

Posisi Direktur Utama, An Shaohong, kini sedang jadi sorotan. Ia dideportasi ke China oleh pemerintah Indonesia. Situasi ini tentu membuat perusahaan harus bergerak cepat.

Corporate Secretary Green Power, Lu Haiying, sebelumnya sempat berkomentar. Ia menyatakan perseroan siap menggelar RUPSLB jika diperlukan untuk menyesuaikan struktur Dewan Direksi. Pernyataan ini merupakan respons langsung atas penangkapan An Shaohong.

"Perseroan belum bisa mengontak An," ujar Lu Haiying.

Ia menambahkan, perusahaan masih terus memantau perkembangan berita dan berusaha melakukan verifikasi ke instansi yang berwenang. Menurutnya, masalah imigrasi yang menjerat An Shaohong adalah urusan pribadi.

“Tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan usaha operasional Green Power,” tegas dia.

Jadi, semua mata kini tertuju pada Januari 2026. RUPSLB itu nanti akan menentukan langkah perusahaan ke depan, terutama dalam mengisi kekosongan pucuk pimpinan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar