Dukung Dewan Perdamaian Trump, Ahmad Khozinudin Sindir MUI: Legitimasi Kezaliman Israel?
Kritik pedas datang dari advokat dan aktivis Ahmad Khozinudin. Sasaran utamanya? Sikap Majelis Ulama Indonesia yang mendukung langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump. Menurut Khozinudin, dukungan itu berbahaya. Alih-alih membawa perdamaian, ia menilai langkah itu justru berpotensi melegitimasi kezaliman Israel terhadap Palestina.
Dalam opininya yang ramai dibicarakan, Khozinudin membandingkan dua momen pertemuan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu berdekatan. Yang pertama, pertemuan dengan sejumlah aktivis pada akhir Januari. Menurutnya, dari pertemuan itu ada respons konkret. Misalnya, terkait aspirasi agar tak ada kriminalisasi terhadap warga yang menyuarakan pendapat, khususnya soal isu lama dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Ia melihat ada indikasi dampak nyata. Sebut saja pengembalian berkas perkara oleh Kejaksaan Tinggi DKI ke Polda Metro Jaya awal Februari itu. Namun begitu, ceritanya jadi lain saat melihat pertemuan kedua.
Pasca pertemuan Presiden dengan jajaran MUI, terjadi perubahan sikap yang menurutnya serius dan patut dipertanyakan. Dari yang sebelumnya diketahui mengecam, MUI justru menyatakan dukungan terhadap keikutsertaan Indonesia dalam forum bentukan Trump itu.
Bagi Khozinudin, dukungan ini tak punya legitimasi syar'i. Membantu Amerika Serikat yang jelas-jelas berpihak pada Israel, sama saja dengan membantu kezaliman. Titik.
Artikel Terkait
Ledakan di SMP Sungai Raya: Dendam Korban Perundungan yang Meledak
Ledakan di SMP Kubu Raya, Densus 88 Ungkap Keterlibatan Komunitas Kriminal Daring
Ledakan Molotov di Sekolah, Balas Dendam Korban Bully yang Terluka
Megawati Soroti Kekuatan Empati Perempuan di Forum Global Abu Dhabi