Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyoroti sebuah hal yang cukup mengejutkan: hilangnya Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya. Lokasinya di Jalan Mawar Nomor 10 itu sepertinya sudah berubah wajah. Menanggapi hal ini, Tim Ahli Cagar Budaya Surabaya punya pendapat yang cukup tegas. Menurut mereka, ini adalah buah dari keteledoran yang melibatkan banyak pihak.
Sekretaris TACB, Prof Purnawan Basundoro, mengaku melihat sorotan presiden sebagai sesuatu yang positif.
"Ini menunjukkan perhatian dan kesadaran sejarah beliau yang sangat tinggi. Radio Bung Tomo itu kan bukan cuma milik Surabaya, tapi bagian dari sejarah Indonesia secara keseluruhan," ujar Purnawan.
Ia lalu mengenang peristiwa memilukan delapan tahun silam. Rumah bersejarah itu dirobohkan pada 2016, dan kejadian itu seharusnya jadi pelajaran berharga buat semua. Purnawan merasa, hilangnya cagar budaya semacam ini tidak bisa hanya disalahkan pada satu oknum. Ini soal kelalaian kolektif.
Artikel Terkait
Karyawan Pabrik Sawit Tewas Tercebur ke Kolam Limbah di Kendal
OJK Kencangkan Aturan Fintech, Perlindungan Konsumen atau Uji Ketahanan Industri?
Dorong Kendaraan Listrik, Pemerintah Siapkan Aturan Baru: Insentif Menggiurkan hingga Denda Menanti
Pemerintah Godok Insentif Pajak untuk Pacu Industri Baterai Kendaraan Listrik Lokal