Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyoroti sebuah hal yang cukup mengejutkan: hilangnya Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya. Lokasinya di Jalan Mawar Nomor 10 itu sepertinya sudah berubah wajah. Menanggapi hal ini, Tim Ahli Cagar Budaya Surabaya punya pendapat yang cukup tegas. Menurut mereka, ini adalah buah dari keteledoran yang melibatkan banyak pihak.
Sekretaris TACB, Prof Purnawan Basundoro, mengaku melihat sorotan presiden sebagai sesuatu yang positif.
"Ini menunjukkan perhatian dan kesadaran sejarah beliau yang sangat tinggi. Radio Bung Tomo itu kan bukan cuma milik Surabaya, tapi bagian dari sejarah Indonesia secara keseluruhan," ujar Purnawan.
Ia lalu mengenang peristiwa memilukan delapan tahun silam. Rumah bersejarah itu dirobohkan pada 2016, dan kejadian itu seharusnya jadi pelajaran berharga buat semua. Purnawan merasa, hilangnya cagar budaya semacam ini tidak bisa hanya disalahkan pada satu oknum. Ini soal kelalaian kolektif.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji WFH, Arahan Langsung dari Presiden Prabowo
Umat Muslim Iran Jalankan Salat Idulfitri di Tengah Situasi Perang
Mantan Striker Kamerun Ungkap Tawaran Villarreal untuk Yohanes Pahabol Ditolak
Pelatih Kaledonia Baru Umumkan Skuad 26 Pemain untuk Perebutan Tiket Piala Dunia 2026