Jakarta Wacana tentang stadion baru untuk PSM Makassar sudah lama bergulir. Kini, di bawah Wali Kota Munafri Arifuddin, rencana itu kian matang dan mendekati kenyataan. Lokasinya di Kelurahan Untia, Biringkanaya. Proyek ambisius ini perlahan tapi pasti mulai menunjukkan tanda-tanda realisasi.
Baru-baru ini, Pemkot Makassar resmi membuka lelang untuk Manajemen Konstruksi stadion tersebut. Prosesnya dilakukan lewat sistem elektronik. Nah, bersamaan dengan langkah formal itu, ada kegiatan lain yang tak kalah penting. Appi sapaan akrab sang wali kota beserta rombongan kembali terbang ke Jakarta. Tujuannya? Meninjau langsung Jakarta International Stadium (JIS) untuk kedua kalinya.
Kunjungan ini punya misi yang jelas. Bukan sekadar melihat kemegahan fisik, tapi lebih ke soal tata kelola. Bagaimana sebuah stadion modern dioperasikan, dikelola, dan yang paling krusial: bagaimana ia bisa mandiri secara ekonomi.
Di JIS, Appi dan timnya diterima oleh Iwan Takwin, Dirut PT Jakpro. Diskusi berjalan cukup intens. Mereka membedah banyak hal: mulai dari teknis konstruksi, material, keamanan, sampai yang paling detil: model bisnis pengelolaan pasca-pembangunan. Fokusnya memang sudah bergeser.
Menurut Appi, kunjungan kali ini nuansanya berbeda. “Kami tidak lagi datang untuk bicara konstruksi. Kami ingin belajar bagaimana pengelolaan stadion, sistem maintenance, dan bagaimana stadion bisa dimanfaatkan di luar fungsi utama sebagai arena sepak bola,” jelasnya.
Poin terakhir itu kunci. Visinya adalah menciptakan sebuah arena multifungsi. Bukan cuma untuk sepak bola, tapi juga jadi venue konser, pameran, atau event-event besar lainnya. Dengan begitu, stadion tak akan mati suri di hari-hari tanpa pertandingan.
Artikel Terkait
Kucing Domestik: Dari Pemburu Liar hingga Sahabat Sofa
Pesta Padel dan Gelak Tawa Warnai HUT ke-9 kumparan
Deadline Transfer Menipis, Sergio Castel Jadi Solusi Persib?
Liverpool Incar Bek PSV Berdarah Indonesia untuk Perkuat Lini Belakang