Kepanikan melanda SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa lalu. Suara ledakan keras terdengar, bukan sekali, tapi empat kali berturut-turut. Saat itu para siswa sedang menikmati jam istirahat mereka. Seketika, suasana berubah jadi chaos.
Menurut keterangan Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, ledakan berasal dari bom molotov. Aktivitas belajar langsung dihentikan. Para guru dengan sigap mengevakuasi anak-anak yang panik, dan memutuskan untuk memulangkan mereka lebih awal. Lingkungan sekolah sudah tidak kondusif lagi.
Akibat insiden itu, seorang siswa mendapat luka ringan. Bukan karena ledakan langsung, tapi kakinya menginjak serpihan paku dari material bangunan yang berantakan. Syukurlah, lukanya tidak parah dan ia sudah diizinkan pulang.
Lantas, apa yang mendorong aksi nekat ini? Ternyata, motifnya menyimpan kisah pilu yang sering kita dengar, tapi kerap diabaikan: perundungan atau bullying.
Artikel Terkait
Tanjung Pallette Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran, Namun Angka Turun Dibanding Tahun Lalu
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Pemerintah Proyeksikan Mudik Lebaran 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brazil Usai Strategi Cerdas di Balik Bendera Merah