Kepanikan melanda SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa lalu. Suara ledakan keras terdengar, bukan sekali, tapi empat kali berturut-turut. Saat itu para siswa sedang menikmati jam istirahat mereka. Seketika, suasana berubah jadi chaos.
Menurut keterangan Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, ledakan berasal dari bom molotov. Aktivitas belajar langsung dihentikan. Para guru dengan sigap mengevakuasi anak-anak yang panik, dan memutuskan untuk memulangkan mereka lebih awal. Lingkungan sekolah sudah tidak kondusif lagi.
Akibat insiden itu, seorang siswa mendapat luka ringan. Bukan karena ledakan langsung, tapi kakinya menginjak serpihan paku dari material bangunan yang berantakan. Syukurlah, lukanya tidak parah dan ia sudah diizinkan pulang.
Lantas, apa yang mendorong aksi nekat ini? Ternyata, motifnya menyimpan kisah pilu yang sering kita dengar, tapi kerap diabaikan: perundungan atau bullying.
Artikel Terkait
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik Timur Tengah, Sebut Penderitaan sebagai Skandal