Suasana jam istirahat di sebuah SMP di Kubu Raya, Kalimantan Barat, tiba-tiba berubah mencekam. Seorang siswa nekat melemparkan bom molotov di lingkungan sekolahnya sendiri. Aksi yang nyaris tak terbayangkan itu, menurut keterangan resmi, tak lepas dari paparan ideologi kekerasan ekstrem yang diserap pelaku.
Berdasarkan penyelidikan Densus 88 Antiteror, remaja tersebut terpapar melalui sebuah grup bernama True Crime Community atau TCC.
“Anak yang terpapar TCC ini merupakan siswa SMP Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat,” jelas Kombes Mayndra Eka, juru bicara Densus 88, pada Rabu lalu.
“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan tergabung dalam komunitas True Crime Community,” lanjutnya.
Namun begitu, motifnya ternyata lebih kompleks. Mayndra mengungkapkan ada lapisan masalah lain yang mendorong sang siswa bertindak nekat. Diduga kuat, ia mengalami tekanan psikologis berat dari masalah keluarga. Tak hanya itu, ia juga disebut menjadi korban perundungan yang berlangsung terus-menerus.
“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan melakukan balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya, juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga,” papar Mayndra.
“Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” tambahnya.
Untuk saat ini, kasus ini sudah ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Di sisi lain, tim dari Densus 88 disebutkan akan turun memberikan pendampingan. Sebuah langkah yang diharapkan bisa mengurai benang kusut di balik aksi pelajar itu, sekaligus mencegah terulangnya tragedi serupa.
Artikel Terkait
Tersangka Pemerkosa Puluhan Santriwati di Pati Bersembunyi di Rumah Dekat Makam Keramat Wonogiri, Mengaku Ritual
Menteri Koperasi Dorong Pesantren Jadi Basis Kemandirian Ekonomi Umat Lewat Koperasi
Korea Utara Tegaskan Tak Akan Pernah Terikat Perjanjian Pelucutan Senjata Nuklir
Presiden Prabowo Disambut Maung MV3 Buatan Pindad di KTT ASEAN Filipina