Namun begitu, motifnya ternyata lebih kompleks. Mayndra mengungkapkan ada lapisan masalah lain yang mendorong sang siswa bertindak nekat. Diduga kuat, ia mengalami tekanan psikologis berat dari masalah keluarga. Tak hanya itu, ia juga disebut menjadi korban perundungan yang berlangsung terus-menerus.
“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan melakukan balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya, juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga,” papar Mayndra.
“Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” tambahnya.
Untuk saat ini, kasus ini sudah ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Di sisi lain, tim dari Densus 88 disebutkan akan turun memberikan pendampingan. Sebuah langkah yang diharapkan bisa mengurai benang kusut di balik aksi pelajar itu, sekaligus mencegah terulangnya tragedi serupa.
Artikel Terkait
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat
Ragunan Dibanjiri 60 Ribu Pengunjung di H+2 Lebaran, Pengelola Siapkan 27 Titik Parkir
Ribuan Pengunjung Padati Ragunan, Pengelola Tambah Titik Parkir Jadi 27
Ribuan Pengunjung Serbu Ragunan di H+2 Lebaran, Angka Diprediksi Tembus 100 Ribu